Sepekan, Desa Bahasa Kumpulkan Koin

383
DEMI HARGA DIRI : Sejumlah pengajar dan siswa desa bahasa mengumpulkan koin sumbangan untuk PM Australia Tony Abbott di halaman tempat belajar mereka, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
DEMI HARGA DIRI : Sejumlah pengajar dan siswa desa bahasa mengumpulkan koin sumbangan untuk PM Australia Tony Abbott di halaman tempat belajar mereka, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
DEMI HARGA DIRI : Sejumlah pengajar dan siswa desa bahasa mengumpulkan koin sumbangan untuk PM Australia Tony Abbott di halaman tempat belajar mereka, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID— Komentar Perdana Menteri Australia, Tony Abbott yang mengungkit-ungkit bantuan kemanusiaan kepada Indonesia saat tsunami Aceh terus memantik kekesalan masyarakat. Kemarin, pengelola dan pelajar desa bahasa Ngargogondo Borobudur mengumpulkan koin untuk PM Australia itu.

Pengumpulan uang receh itu dimulai kemarin siang di halaman tempat belajar desa bahasa. Ada enam murid desa bahasa yang dengan sukarela memberikan enam buah celengan yang selama ini dikumpulkan untuk disumbangkan.

”Sebagai permulaan hari ini (kemarin) ada enam buah celengan hasil sumbangan dari siswa desa bahasa yang akan diikuti dengan gerakan penggalangan dana di sekitar Candi Borobudur selama tujuh hari ke depan,” kata pendiri desa bahasa, Hani Sutrisno, kemarin.

Hani mengatakan aksi spontan penggalangan koin yang dilakukan pengajar dan siswa ini sebagai bentuk protes pernyataan PM Australia Tony Abbott tersebut. Selain itu juga untuk menunjukkan bahwa bangsa Indonesia masih mempunyai harga diri.

”Kekecewaan kami rakyat Indonesia, karena tidak pantas PM Abbott itu mengungkit-ungkit bantuannya ke Indonesia. itu jelas telah melecehkan bangsa kami,” tegas Hani.

Menurut Hani, hukuman mati pada dua warga negara Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukamaran sudah sepatutnya dilakukan. Karena menurutnya Indonesia memiliki kedaulatan hukum sendiri. Karena itu, tak pantas jika dikaitkan dengan bantuan tsunami.

”Kita targetkan sebanyak-banyaknya untuk diberikan kepada Australia. Supaya mereka tahu bahwa kita juga mampu mengembalikan uang hasil bantuan mereka kepada rakyat Aceh,” katanya.

Puji Lestari, 17, salah satu siswa desa bahasa mengaku semangat mengikuti aksi penggalangan dana ini. Mulai kemarin, dan tujuh hari ke depan dia bersama rekan-rekannya akan keliling ke pasar dan rumah-rumah warga. ”Di hari pertama tadi antusias masyarakat juga sangat tinggi,” ungkapnya. (vie/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.