Sering Karaoke Bawa SPG

646
TKP: Cafe & Resto Kumala Asri Gunungpati tempat AKP Hadi mengamuk dan menyekap SPG. (JPNN)
TKP: Cafe & Resto Kumala Asri Gunungpati tempat AKP Hadi mengamuk dan menyekap SPG. (JPNN)
TKP: Cafe & Resto Kumala Asri Gunungpati tempat AKP Hadi mengamuk dan menyekap SPG. (JPNN)

NONGKOSAWIT – Wakapolsek Gunungpati AKP Hadi hingga kemarin masih diburu aparat profesi dan pengamanan (propam) Polda Jateng. Pelaku perusakan mobil Suzuki Karimun milik Kapolsek Gunungpati Kompol Ahmadi serta penyekapan terhadap sales promotion girl (SPG) itu bak hilang ditelan bumi. Sejak kejadian Senin (16/2) lalu, hingga kemarin tak diketahui rimbanya.

Hasil penelusuran Radar Semarang, lokasi kafe tempat AKP Hadi mengamuk dan menyekap SPG hanya berjarak sekitar 500 meter dari Mapolsek Gunungpati. Cafe & Resto Kumala Asri itu berada di kawasan Jedung, Nongkosawit, Gunungpati.

Pengelola kafe, Yuliana Safitri, mengatakan, AKP Hadi sudah empat kali datang ke tempatnya untuk berkaraoke. Menurut dia, Hadi sering datang saat jam kerja, dan tak jarang masih mengenakan seragam dinasnya sambil menggandeng SPG.

”Sudah empat kali datang ke sini. Waktunya sekitar pukul 10.00 dan pukul 15.00. Kedatangan ketiga dan keempat, dia bawa SPG. Saat itu dia masih pakai seragam dinas lengkap, tapi dilepas di dalam room karaoke, dan keluar pakai jaket,” jelasnya.

Menurut dia, pada kedatangan pertama dan kedua, pelaku dikenal baik dan ramah. Namun penilaian itu berubah setelah pelaku datang kali ketiga. Dia mulai bertingkah aneh dan sering marah-marah. Bahkan pelaku beberapa kali tidak mau membayar biaya karaoke meski sudah memakai room sampai berjam-jam. Tak hanya itu, Hadi mulai berutang, dan dengan sombong memamerkan jabatannya sebagai Wakapolsek Gunungpati.

”Dia datang terakhir dalam keadaan mabuk sambil membawa 4 botol miras, serta menggandeng dua SPG. Katanya ketemu di polsek. Seminggu sebelumnya juga datang ke mari bareng enam SPG, dua cewek dan empat cowok,” ujarnya.

Peristiwa keributan memuncak setelah saat asyik berkaraoke, dua SPG tersebut izin hendak pulang. Namun Hadi menahannya. ”Dua SPG itu mau pulang, tapi nggak boleh. Padahal keduanya sudah pesan taksi, dan taksi sudah menunggu lama di luar,” katanya.

Salah satu karyawan karaoke, Nanang, lantas mendatangi room karaoke yang dipakai Hadi dan 2 SPG itu, untuk memberitahu jika taksi sudah datang. Tidak diduga, pelaku malah naik pitam, dan memukul karyawan karaoke dengan botol minuman keras.
”Karyawan saya sempat dipukul dan diguyur minuman keras, dia bahkan menjambak SPG yang memaksa pulang sampai menangis,” ceritanya.

Kesal dengan tingkah laku pelaku, Yulianti pun mengadu ke Mapolsek Gunungpati. Dia meminta bantuan untuk menjemput AKP Hadi. Namun dua petugas Polsek Gunungpati yang datang, justru disemprot pelaku. ”Dia marah-marah dan tidak terima karena dijemput, kemudian dua SPG dan pelaku dibawa ke mapolsek,” tuturnya.

Menurut informasi, sesampainya di mapolsek pelaku malah mengambil parang dan marah-marah hendak mencari Kapolsek Kompol Ahmadi yang memerintahkan menjemputnya. Tak menemukan kapolsek, AKP Hadi pun merusak mobil Suzuki Karimun milik kapolsek. Setelah melampiaskan kemarahannya, pelaku langsung kabur hingga sekarang.

Polrestabes Semarang sudah menurunkan tim untuk mengejar oknum polisi nakal tersebut. Tak hanya itu, akibat perbuatannya, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono langsung mencopot AKP Hadi sebagai Wakapolsek Gunungpati.
”Kami masih menurunkan tim untuk mengejar dia (AKP Hadi), tunggu dulu ya nanti pasti akan kami tangkap,” janji Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono.

Seperti diberitakan sebelumnya, korps kepolisian Kota Semarang kembali ternoda. Kali ini dilakukan oleh Wakapolsek Gunungpati AKP Hadi. Orang nomor dua di jajaran Polsek Gunungpati tersebut mengamuk dan menyekap seorang sales promotion girl (SPG) di salah satu tempat karaoke di Gunungpati, Senin (16/2) sekitar pukul 16.00 lalu.

Tak hanya itu, sang wakapolsek juga sempat menyerang atasannya sendiri, Kapolsek Gunungpati Kompol Ahmadi, dengan sebilah parang. Beruntung, hanya mobil Suzuki Karimun milik kapolsek yang dirusak. Sedangkan Kompol Ahmadi lolos dari maut. Pasca kejadian itu, AKP langsung menghilang. Hingga kemarin, oknum perwira polisi itu menjadi buronan aparat Propam Polda Jateng. (den/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.