Dua Bulan, Kasus Meningkat 30 Persen

372

KAJEN-Hingga bulan kedua 2015, kasus penyalahgunaan narkoba di wilayah Kabupaten Pekalongan meningkat hingga 30 persen. Dalam peningkatan tersebut, terdapat anak di bawah umur dan ibu rumah tangga yang terlibat. Selain itu, sejumlah hotel juga dijadikan langganan untuk melakukan transaksi narkoba.

Kasat Narkoba Polres Pekalongan, AKP Joko Sutopo mengatakan bahwa dibandingkan tahun 2014, pihaknya sudah menangani lima kasus penyalahgunaan narkoba. “Dari bulan yang sama tahun sebelumnya, ada peningkatan 25 hingga 30 persen,” terangnya, kemarin.

Joko memaparkan, dari lima kasus tersebut terdapat dua tersangka yang masih di bawah umur. Meski mengajukan rehabilitasi, pihaknya tetap menunggu keputusan hakim di pengadilan. “Dua tersangka di bawah umur itu tetap kami proses, walaupun mengajukan rehabiitasi. Tergantung keputusan hakim saat sidang. Ada juga ibu rumah tangga,” imbuhnya.

Terkait ibu rumah tangga yang memiliki dua anak dan nekat menjadi kurir narkoba tersebut adalah Purnama Ratna Putri, 24, warga Krapyak Lor Kabupaten Kota Pekalongan. Dia diringkus polisi di kamar Hotel Dian Citra, Kecamatan Wiradesa.

Selain melibatkan anak-anak dan ibu rumah tangga, hal yang patut menjadi perhatian adalah hotel yang sering digunakan sebagai lokasi transaksi narkoba. Di antaranya Hotel Dian Citra dan Hotel Bata Merah Kecamatan Wiradesa. “Itu juga perhatian khusus. Memang terdapat sejumlah hotel yang sering digunakan sebagai lokasi transaksi narkoba,” kata Joko.
Terkait meningkatnya angka penyalahgunaan narkoba, Polres Pekalongan terus melakukan berbagai upaya. Di antaranya tes urine kepada berbagai kalangan. Yakni pelajar, anggota Polri dan sopir.

Sebagaimana diketahui, tes urine kepada personel Polres Pekalongan dilakukan pada Kamis (12/2). Meski hanya sample acak sebanyak 30 anggota, tes dadakan yang bekerjasama dengan tim BNNP Jawa Tengah tersebut ditujukan kepada anggota yang terindikasi penyalahgunaan narkoba.

Sedangkan untuk tes urine kepada pelajar dilakukan di SMK Negeri I Kedungwuni dengan peserta random sampling 30 siswa. “Untuk sopir, kami lakukan kepada sopir bus jarak jauh,” imbuh Joko. Pihaknya mengimbau, masyarakat terutama orang tua lebih waspada untuk mengawasi anak-anaknya terkait peredaran narkoba. (hil/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.