Tabrakan Karambol, 1 Tewas, 5 Luka

509
TABRAK TOKO: Truk Nissan Turbo bermuatan 960 galon air mineral berhenti setelah menabrak toko bangunan Sumber Rejeki di Babadan, Ungaran kemarin. (JPNN)
TABRAK TOKO: Truk Nissan Turbo bermuatan 960 galon air mineral berhenti setelah menabrak toko bangunan Sumber Rejeki di Babadan, Ungaran kemarin. (JPNN)
TABRAK TOKO: Truk Nissan Turbo bermuatan 960 galon air mineral berhenti setelah menabrak toko bangunan Sumber Rejeki di Babadan, Ungaran kemarin. (JPNN)

UNGARAN – Diduga akibat arena rem blong, sebuah truk pengangkut 960 galon air mineral menabrak lima kendaraan bermotor yang sedang berjalan dan diparkir di Jalan Jenderal Sudirman Km 26+700, tepatnya di depan Pasar Babadan, Ungaran, Kamis (26/2) pagi kemarin. Truk yang disopiri Mohammad Muhsin, 27, warga Majegan, Tulung, Kabupaten Klaten itu baru berhenti setelah menabrak toko bangunan UD Sri Rejeki.

Akibat kecelakaan itu, kernet truk, Sisworo, 34, warga warga Bandelan, Pemalang tewas seketika di lokasi kejadian. Ia terluka parah akibat terjepit kabin truk yang ringsek. Selain itu, kecelakaan mengakibatkan lima orang mengalami luka-luka dan dilarikan ke RS Ken Saras dan RSUD Ungaran. Kelima korban luka tersebut adalah Umiyati, 50; Rusyam, 60; Tri Setiabudi, 26; Untung Surono, 41, dan Sri Rohwati, 38. Kecelakan juga menyebabkan jalur utama ruas Bawen-Semarang tersendat hingga 3,5 jam.

Salah seorang saksi mata, Lukito, 25, mengatakan, kecelakaan karambol tersebut terjadi sekitar pukul 08.30. Saat itu truk Nissan Turbo bernopol H 1777 DH yang mengangkut air mineral galon melaju dari Bawen menuju Ungaran. Lukito menduga sebelum sampai lokasi, truk tersebut sudah mengalami rem blong atau kerusakan fungsi rem. Sebab, truk berjalan kencang dan sopirnya membunyikan klakson terus sembari menyalakan lampu.

”Sekitar 200 meter sebelum titik tabrakan, sopirnya menyalakan lampu dan bunyi klakson. Truk itu melaju kencang,” tutur Lukito yang bekerja sebagai tukang ojek Pasar Babadan.

Sampai di lokasi tersebut, truk menabrak mobil Honda Jazz warna biru bernopol B 8133 TO yang berjalan di depannya. Truk yang sudah tidak terkendali itu terus mendorong mobil Honda Jazz hingga menabrak beton pembatas jalan.

Setelah menghantam Honda Jazz, sopir truk membanting setir ke kiri hingga menyambar sepeda motor Honda GL Pro H 4170 YC yang diparkir di depan toko, serta menabrak dua sepeda motor Honda Vario H 5788 NC dan H 2288 KV yang berjalan searah.

”Truk baru berhenti setelah menabrak toko material UD Sri Rejeki di kiri jalan. Namun sebelumnya juga sempat menabrak mobil pikap Mitsubishi Colt T 120 SS bernopol H 1840 KZ,” kata Lukito.

Lukvan, 31, pemilik toko Bangunan Sri Rejeki menambahkan, sebelum truk menabrak toko bangunannya, ia sempat menarik kakak dan anaknya masuk ke dalam toko. ”Tapi kakak saya, Untung Surono, kakinya telanjur terjepit hingga patah,” ungkap Lukvan.

Kanit Kecelakaan Lalu Lintas Satlantas Polres Semarang, Iptu Faris Budiman saat ditemui di lokasi kejadian mengatakan, timnya langsung melakukan penyelidikan di lokasi dan mengatur kemacetan arus lalu lintas. Menurut Faris, kesimpulan sementara kecelakaan diduga karena rem truk yang tidak berfungsi.

”Korban meninggal dunia adalah kernet truk, sedangkan korban luka ada lima orang pengendara sepeda motor. Tiga di antaranya harus mendapakan perawatan di RSUD Ungaran, dan dua korban dibawa ke RS Ken Saras. Sopir truk hanya mengalami luka ringan dan masih kami periksa di Satlantas,” kata Faris.

Akibat kecelakan ini, kata dia, jalur utama ruas Bawen- Semarang sempat tersendat, terutama di sekitar Pasar Babadan. Proses evakuasi truk nahas itu memakan waktu hingga 3,5 jam.

Sopir truk Mohammad Muhsin mengakui, rem truknya tidak berfungsi saat melintas di jalan tersebut. Menurut Muhsin, rem truk mulai tidak berfungsi sekitar 100 meter sebelum mendekati Pasar Babadan.

”Sebenarnya saat itu truk tidak terlalu kencang, posisi persneling pada gigi tiga. Begitu rem tidak berfungsi, saya langsung membunyikan klakson dan lampu untuk memberi tanda peringatan kepada pengendara di depan agar minggir. Saya juga sempat menyuruh kernet saya untuk lompat. Tapi dia tidak mau melompat untuk menyelamatkan diri,” kata Muhsin. (tyo/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.