Hasil Sopir untuk Beli Sabu

528
NYABU : Tersangka Asep Riyanto, saat dimintai keterangan Wakapolres Kompol Yani Permana dan Kasubag Humas AKP Zamroni dalam gelar perkara, kemarin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
NYABU : Tersangka Asep Riyanto, saat dimintai keterangan Wakapolres Kompol Yani Permana dan Kasubag Humas AKP Zamroni dalam gelar perkara, kemarin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
NYABU : Tersangka Asep Riyanto, saat dimintai keterangan Wakapolres Kompol Yani Permana dan Kasubag Humas AKP Zamroni dalam gelar perkara, kemarin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)

DEMAK – Seorang sopir bus jurusan Semarang-Jakarta, Asep Riyanto, 32, warga RT 1 RW 3, Desa Merak, Kecamatan Dempet terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian. Ia ditangkap aparat Satuan Narkoba Polres Demak saat edang transaksi membeli sabu di sebuah rumah dekat pintu air atau dam pengairan di Dukuh Karanganyar, RT 4 RW 1, Desa Mangunrejo, Kecamatan Kebonagung.

Saat penangkapan, petugas mengamankan barang bukti (BB) berupa dua paket sabu hemat seberat 0,55 gram. Selain itu, petugas juga mengamankan satu botol alat penyedot sabu atau bong, korek api gas, dan 3 handphone (HP) juga diamankan. Oleh tersangka, sabu disimpan di pintu dam pengairan untuk mengelabuti petugas.

Tersangka Asep mengaku, ia membeli sabu dengan harga senilai Rp 600 ribu. Barang haram itu dipasok dari Semarang oleh seseorang yang biasa menjadi kurir untuknya. “Saya pesan barang itu lewat sms. Setelah uang diberikan kemudian barang dikirimkan dengan cara sembunyi-sembunyi,” katanya, kemarin.

Asep mengaku bekerja sebagai sopir bus dengan penghasilannya Rp 200 ribu sekali pulang pergi (PP). Seminggu bisa bolak balik tiga kali PP. Dari hasil menjadi pengemudi bus itulah, sebagian diantaranya untuk membeli sabu-sabu. “Awalnya hanya mencoba, kemudian ketagihan,” tambahnya.

Wakapolres Demak, Kompol Yani Permana mengatakan, kasus narkoba yang ditangani Satnarkoba merupakan hasil pengembangan yang dilakukan aparat kepolisian sebelumnya. “Saat ditangkap tersangka sedang melakukan transaksi sabu. Hasil penyidikan ini kita kembangkan lagi apakah yang bersangkutan hanya pemakai saja atau termasuk penjual masih dalam proses,”katanya didampingi Kasubag Humas AKP Zamroni.

Kasatnarkoba Polres Demak, AKP Maryanto menambahkan, sopir bus yang menjadi tersangka merupakan jaringan pemakai narkoba. “Tapi, tergolong jaringan kecil,”katanya.

Tersangka saat mau ditangkap hendak melarikan diri dan nyaris membuang BB. Namun, dengan sigap, petugas menangkap dan mengamankan BB sabu tersebut. “Kita kembangkan lagi kasus ini,” tambahnya.

Akibat perbuatannya itu, tersangka melanggar pasal 114 ayat 1 dan atau pasal 112 ayat 1 huruf a UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukuman 15 tahun penjara. (hib/fth)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.