Pemkab Semarang Targetkan 9 Ton Padi Tiap Satu Hektare Sawah

470
RESMIKAN SAWAH PERCONTOHAN : Bupati Semarang Mundjirin (pakai kaos putih bercorak) dan Komandan Korem Kolonel Kav Bueng Wardadi (seragam TNI dengan caping) ramai-ramai menanam padi di Kelurahan Lodoyong, Ambarawa, Jumat (27/2) kemarin. (MUNIR ABDILLAH/RADAR SEMARANG)
RESMIKAN SAWAH PERCONTOHAN : Bupati Semarang Mundjirin (pakai kaos putih bercorak) dan Komandan Korem Kolonel Kav Bueng Wardadi (seragam TNI dengan caping) ramai-ramai menanam padi di Kelurahan Lodoyong, Ambarawa, Jumat (27/2) kemarin. (MUNIR ABDILLAH/RADAR SEMARANG)
RESMIKAN SAWAH PERCONTOHAN : Bupati Semarang Mundjirin (pakai kaos putih bercorak) dan Komandan Korem Kolonel Kav Bueng Wardadi (seragam TNI dengan caping) ramai-ramai menanam padi di Kelurahan Lodoyong, Ambarawa, Jumat (27/2) kemarin. (MUNIR ABDILLAH/RADAR SEMARANG)

AMBARAWA-Target hasil panen 9 ton padi per hektare sawah di wilayah Kabupaten Semarang, mendorong Pemkab Semarang dan petani kerja ekstra keras. Untuk mewujudkannya, Dinas Pertanian, Perkebunan dan Perhutanan (Dispertanbutan) bersama Korem 073 Makutarama membuat sawah percontohan di Kelurahan Lodoyong, Ambarawa.

Bupati Mundjirin dan Komandan Korem Kolonel Kav Bueng Wardadi yang turut meresmikan sawah tersebut, memotivasi para petani agar disiplin mengolah tanahnya. “Korem 073 sudah bersedia meminjamkan lahannya untuk petani. Syaratnya, harus digarap dengan sungguh-sungguh selama 2 tahun,” Bupati Mundjirin dalam peresmian sawah percontohan, Jumat (27/2) kemarin.

Dijelaskan Mundjirin, saat ini pemerintah tidak bisa menambah lahan sawah, hanya bisa meningkatkan produksi dengan cara peminjaman lahan. Meski persediaan 19 ribu ton beras di Kabupaten Semarang saat ini, menunjukkan persediaan aman.

“Di Kabupaten Semarang, memiliki 1.500 petani. Jika bisa diberdayakan dengan baik melalui bantuan Babinsa, tidak mustahil Kabupaten Semarang akan surplus padi. Hanya saja, kita harus melakukan kontrol harga beras, agar tidak membebani masyarakat. Saat ini harga beras sudah tembus Rp 12.000,” katanya.

Sedangkan Komandan Korem 073, Kolonel Kav Bueng Wardadi mengatakan pembuatan sawah percontohan ini untuk menjaga petani agar tidak dirugikan adanya peredaran pupuk oplosan. “Kami baru saja menyita pupuk oplosan 20 ton di Purwodadi. Karena itulah, kami sudah mengkoordinasikan kepada seluruh Babinsa untuk ikut memantau dan mengawasi peredaran pupuk di wilayah Korem 073 Makutarama ini,” tandasnya.

Menanggapi isu peredaran pupuk oplosan di Kabupaten Semarang, Kepala Dispertanbutan Urip Triyogo menjelaskan bahwa pupuk Phonska yang beredar di Kabupaten Semarang berizin. Terkait harga yang lebih murah dari pupuk bersubsidi, pihaknya janji akan melakukan kajian ulang. Agar diketahui kandungan yang ada di dalam pupuk tersebut.

“Saya sudah memeriksa perizinan pupuk tersebut, memang berizin. Selain itu, penjual pupuk non subsidi berhak menjual pupuk dengan harga berapapun saja. Karena memang takaran komposisi pupuk berbeda-beda,” tegasnya. (abd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.