Penyedap Rasa Dikira Sabu

441
TEMUKAN PERSEMBUNYIAN : Tim Razia Gabungan menemukan banyak lubang persembunyian di dalam Lapas Kelas II A Kota Pekalongan untuk menyembunyikan barang haram. (LUTFI HANAFI/RADAR SEMARANG)
TEMUKAN PERSEMBUNYIAN : Tim Razia Gabungan menemukan banyak lubang persembunyian di dalam Lapas Kelas II A Kota Pekalongan untuk menyembunyikan barang haram. (LUTFI HANAFI/RADAR SEMARANG)
TEMUKAN PERSEMBUNYIAN : Tim Razia Gabungan menemukan banyak lubang persembunyian di dalam Lapas Kelas II A Kota Pekalongan untuk menyembunyikan barang haram. (LUTFI HANAFI/RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN–Petugas gabungan kembali melakukan razia Lapas Kelas II A Kota Pekalongan Jalan WR Supratman, Kamis (26/2) malam. Petugas nyaris terkecoh oleh puluhan kemasan plastik layaknya paket narkoba di almari baju para napi. Namun setelah dibuka oleh petugas, ternyata puluhan paket kemasan plastik itu adalah gula pasir dan penyedap rasa.

“Tadi sempat kami curigai, namun saat kami angkat, ternyata gula, garam dan penyedap rasa makanan. Kemungkinan dijual di antara para napi di dalam. Sebab mereka juga mengonsumsi kopi dan mi instan,” ujar Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Pekalongan, Suprapto.

Dia mengungkapkan, razia dilakukan rutin dan insidental. Namun pihaknya kembali membantah razia itu bocor. “Pada razia ini, kami kerahkan lebih banyak petugas gabungan bekerjasama dengan Polresta, Satgaskamtib, Polres Batang dan Lapas Batang, kurang lebih 200 orang. Dengan tujuan mengantisipasi adanya barang yang dicurigai lolos dari razia petugas,” ujar Suprapto.

Razia tersebut, lanjut dia, dilakukan pada blok 3 dan 4 yang terdiri dalam dua blok tersebut dengan 24 kamar. Total ada 150 napi dalam dua blok yang kebanyakan napi narkoba.

Dalam razia tersebut, didapat informasi dari berbagai sumber tentang banyaknya lubang penyimpanan barang tersembunyi di beberapa tempat, baik alas tidur maupun dekat dengan tempat memasak. Setelah digeledah, banyak ditemukan peralatan bahkan barang yang dicurigai sebagi narkoba serta alat hisab narkoba.

Satu napi yang dicurigai petugas langsung diperiksa intensif. Jika terbukti melakukan pelanggaran, hukumannya menurut Suprapto seperti sebelumnya. Haknya akan dicabut seperti grasi dan sejenisnya. Petugas juga masih melakukan pengembangan terhadap napi tersebut dan sejumlah HP yang diamankan.

“Pada kamar dia, kami curigai barang-barangnya. Ini masih dikembangkan. HP-nya juga masih kami kembangkan. Walaupun beberapa sudah rusak, namun tetap akan kami selidiki,” tegas dia.

Dalam razia kemarin, banyak barang terlarang yang diamankan petugas di Lapas. Di antaranya, rakitan bong sabu, belasan HP, senjata tajam, gergaji besi, tang, obeng, kores gas, kunci T, tali, kabel charge HP, gunting, peralatan masak, kabel listrik, rantai besi, paku besar dan kecil, cutter, kaca, dan barang berbahaya lainnya. (han/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.