Beras Berkutu dan Dipenuhi Belatung

1221
MENJIJIKKAN : Kepala Desa Dermasuci, Mulyanto menunjukkan raskin dari Bulog yang tidak layak konsumsi, Sabtu (28/2). (YERRY NOVEL/JPNN)
MENJIJIKKAN : Kepala Desa Dermasuci, Mulyanto menunjukkan raskin dari Bulog yang tidak layak konsumsi, Sabtu (28/2). (YERRY NOVEL/JPNN)
MENJIJIKKAN : Kepala Desa Dermasuci, Mulyanto menunjukkan raskin dari Bulog yang tidak layak konsumsi, Sabtu (28/2). (YERRY NOVEL/JPNN)

TEGAL – Beras dari pemerintah pusat untuk masyarakat miskin (raskin) yang tidak layak konsumsi kembali ditemukan. Kali ini, ditemukan di Desa Dermasuci Kecamatan Pangkah dengan kondisi raskin yang berkutu dan dipenuhi belatung. Selain itu, raskin juga berdebu, berjamur, berwarna hitam dan pecah-pecah seperti menir.

Melihat hal itu, Kepala Desa Dermasuci, Mulyanto mengaku kecewa. Sebab, raskin yang berjumlah sebanyak 2.115 kilogram itu, tidak hanya berkutu dan dipenuhi belatung, tapi ternyata juga dipenuhi dengan ulat kebon. Menurut Mulyanto, temuannya itu bermula ketika salah satu warga penerima raskin melaporkan adanya beras yang bau apek dan berkutu. Atas laporan itu, Mulyanto bergegas mengeceknya. “Ternyata benar, raskinnya bau apek dan bercampur belatung, ulat kebon, dan berkutu,” tutur Mulyanto, saat ditemui di rumahnya, Sabtu (28/2).

Mulyanto mengungkapkan, raskin yang diperolehnya dari Gudang Bulog Desa Munjungagung, Kecamatan Kramat itu, jumlahnya sebanyak 141 kantong. Tiap kantong berisi 15 kilogram. Adapun, jumlah penerima raskin di desanya, 141 rumah tangga sasaran (RTS). Dia berujar, raskin yang diterimanya pada Kamis (26/2) itu, sudah dibagikan ke warganya.

Tapi ada beberapa karung yang tersisa di balai desa dengan kualitas beras yang tidak layak konsumsi. “Raskin sudah dibagikan. Kemungkinan ada yang sudah dikonsumsi,” ujarnya. Selain kepala desa, salah satu penerima raskin di desa tersebut, Nasikho, 30, juga mengaku kecewa. Menurut dia, kualitas raskin yang jelek itu, tidak hanya sekali. Hampir setiap ada bantuan raskin yang disalurkan melalui Bulog, selalu tidak layak konsumsi. “Walaupun beras ini (raskin) sudah dicampur dengan beras bagus, tapi tetap saja kalah. Bau apeknya tidak hilang dan nasinya cepat basi,” ujarnya.

Camat Pangkah, Saidno yang mendengar kondisi beras itu, juga sangat menyayangkan. Dirinya tak menampik, kemungkinan raskin yang jelek itu, dialami oleh desa lain. Hanya saja, desa lain di wilayah Kecamatan Pangkah belum ada yang melaporkannya. “Sampai sekarang (kemarin) belum ada yang melapor. Baru Desa Dermasuci saja,” tukasnya.

Seperti diketahui, Kepala Gudang Bulog Sub Divre VI Pekalongan, Iwan Nurwansyah, sebelumnya pernah mengaku akan mengganti raskin yang tidak layak konsumsi. Dia akan memberikan sesuai dengan kebutuhan dari desa tersebut. “Kami siap mengganti 100 persen, asalkan beras itu masih berada di titik distribusi,” tukasnya. (yer/jpnn/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.