Berlatih Tingkatkan Kemampuan Catur

451
ASAH OTAK: Hari libur Minggu (1/3) pagi dimanfaatkan anak-anak untuk berlatih catur di gazebo alun-alun Kota Wonosobo. (Alfan/radar kedu)
ASAH OTAK: Hari libur Minggu (1/3) pagi dimanfaatkan anak-anak untuk berlatih catur di gazebo alun-alun Kota Wonosobo. (Alfan/radar kedu)
ASAH OTAK: Hari libur Minggu (1/3) pagi dimanfaatkan anak-anak untuk berlatih catur di gazebo alun-alun Kota Wonosobo. (Alfan/radar kedu)

WONOSOBO – Sunday morning, biasanya digunakan sebagian masyarakat Wonosobo untuk rekreasi dengan jalan-jalan atau wisata kuliner di alun-alun kota.

Berbeda dengan sejumlah atlet muda catur Wonosobo. Mereka menggunakan waktu libur hari Minggu untuk mengembangkan bakatnya bermain catur.

Para atlet muda ini bermain apik. Bahkan sejumlah pemain dewasa harus mengakui keahlian bermain catur dari para remaja ini.

“Mereka hebat, saya kalah beberapa kali,” ujar Ahmadi salah satu pemain catur dewasa mengakui keunggulan lawannya.
Acara yang digelar di gazebo alun-alun depan kantor Setda Wonosobo, Minggu (1/3) kemarin menarik perhatian banyak orang.
Pasalnya, anak-anak muda itu mampu mengeluarkan jurus-jurus tertentu untuk menjatuhkan dan mengalahkan lawan. “Beberapa kali saya mati langkah dan akhirnya saya mengaku kalah,” imbuh Ahmadi.

Pembina olahraga catur dari Rowopeni, Y. Permadi mengatakan pihaknya rutin menggelar latihan di alun-alun sebagai upaya pengembangan para atlet muda dalam bermain catur.

“Kalau lawan hanya di lingkungan sekolah, anak-anak tidak akan berkembang. Dengan mendapatkan lawan di luar, mereka akan berusaha menjadi jago di luar kandang,” paparnya.

Ia menambahkan, kegiatan yang rutin dilakukan setiap Minggu ini tidak dipungut biaya. Ia bahkan mengundang sejumlah pelatih dari berbagai kota untuk melatih para atlet muda dengan biaya yang dikeluarkan sendiri.

Menurutnya. pemerintah daerah belum menunjukkan keseriusannya ikut membina dan memfasilitasi kegiatan catur. Dani Kurnia salah satu atlet muda catur mengaku gembira dengan kegiatan ini. Karena menjadi stimulus dan motivasi untuk lebih giat lagi dalam belajar catur.

“Saya sangat suka dengam catur, setiap hari saya bermain catur” ucap peraih medali perunggu O2SN nasional di Jakarta 2014 lalu.

Hal senada juga diungkapkan oleh Tikbra Aufa peraih medali emas Kejurprov di Brebes (2013). Dia mengungkapkan, bermain catur sudah bukan sekadar hobi lagi, melainkan kewajiban yang harus selalu diasah setiap hari.

“Catur sudah menjadi permainan yang wajib saya mainkan setiap hari,” ucap siswa kelas 5 SD Negeri 1 Kertek Wonosobo ini. (mg5/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.