Desak Kaji Ulang Traffic Light Exit Tol Bawena

668
RAWAN KECELAKAAN : Traffic Light persimpangan exit tol Bawen setiap hari cukup padat arus lalu lintasnya. Sehingga kerap terjadi kecelakaan karena banyak warga yang menyeberang dari perkampungan menuju jalan raya. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
RAWAN KECELAKAAN : Traffic Light persimpangan exit tol Bawen setiap hari cukup padat arus lalu lintasnya. Sehingga kerap terjadi kecelakaan karena banyak warga yang menyeberang dari perkampungan menuju jalan raya. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
RAWAN KECELAKAAN : Traffic Light persimpangan exit tol Bawen setiap hari cukup padat arus lalu lintasnya. Sehingga kerap terjadi kecelakaan karena banyak warga yang menyeberang dari perkampungan menuju jalan raya. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

BAWEN – Sejumlah warga di sekitar pertigaan Jalan Slamet Riyadi- Exit Tol Bawen mendesak Satlantas dan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika mengkaji ulang traffic light (TL) di lokasi tersebut. Selain itu warga meminta agar ditempatkan anggota Kepolisian. Sebab di lokasi itu kerap terjadi kecelakaan lalu lintas.

Seorang warga Lingkungan Ngrawan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Wartono, 60, mengatakan, di pertigaan traffic light exit tol kerap terjadi kecelakaan karena banyak kendaraan ngeblong atau tidak berhenti saat lampu merah menyala. Biasanya warga yang akan keluar dari perkampungan masuk ke jalan raya menjadi korbannya. Bahkan beberapa hari lalu ada kakak beradik berboncengan sepeda motor ditabrak bus yang ngeblong lampu merah. “Kalau pelanggaran hampir setiap hari, sehingga kerap terjadi kecelakaan. Beberapa hari lalu kakak beradik ditabrak bus yang ngeblong dan salah satunya akhirnya meninggal,” kata Wartono, Minggu (1/3).

Warga meminta instansi terkait yakni Dishubkominfo dan Satlantas Polres Semarang untuk mengkaji kembali permasalahan di pertigaan tersebut. Apakah kesadaraan pengendaranya yang rendah atau karena pengaturan traffic light yang harus diperbaiki. Sebab warga melihat lampu pengatur lalu lintas dari arah Ungaran-Salatiga maupun sebaliknya setingan warna yang menyala sama. “Apakah memang benar seperti itu, atau bagaimana. Sedangkan yang kerap ngeblong itu dari arah Salatiga ke Bawen (tidak masuk tol). Kami harap ini bisa menjadi masukan dan dapat dikaji untuk mencari solusinya, sehingga angka kecelakaan dapat ditekan,” imbuhnya.

Anggota DPRD Kabupaten Semarang, Agus Rujianto yang juga warga Bawen mengaku sudah sering mendapatkan pengaduan dari masyarakat terkait pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di pertigaan exit tol Bawen. Selain itu banyak terjadi pelanggar lalu lintas yang berpotensi terjadinya kecelakaan yang fatal di pertigaan traffic light Jalan Lingkar Ambarawa (JLA)-Bawen. “Semestinya harus diatur lalu TL-nya dari Salatiga Bawen. Lampu yang menyala jangan bebarengan, untuk arah Salatiga-Bawen yang tidak masuk tol seharunya lebih dulu menyala hijau. Sedangkan yang masuk ke tol mestinya lebih lama,” katanya.

Ia menambahkan, merubah setingan TL tentu tidak bisa langsung berdampak positif. Masyarakat masih belum sadar disiplin berlalu lintas. Sebab setiap hari masih banyak yang melanggar baik itu di TL exit tol Bawen maupun TL pertigaan JLA. “Banyak pengendara tidak patuh. Jadi perlu peningkatan sosialisasi lalu lintas, agar disiplin masyarakat menjadi lebih baik,” tambahnya. Ia berharap ada pos polisi dan ada personil yang ditempatkan di lokasi tersebut. Masyarakat kalau tidak diawasi cenderung melanggar. (tyo/fth)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.