Harga Gabah Naik Rp 500 per KG

417

KENDAL – Harga gabah baik kering maupun basah di Kendal mengalami kenaikan harga seiring mahalnya harga beras beberapa pekan terakhir. Meski begitu, harganya masih belum sebanding dengan harga beras dipasaran.

Kenaikan harga gabah basah hanya sekitar 15 persen dari harga mulanya. Yakni dari Rp 4.500 per kilogram menjadi Rp 5.000 per kilogram. Hal ini terjadi sejak dua pekan yang lalu.

Salah seorang penebas gabah di Kendal, Andin mengatakan, kenaikan harga gabah basah menyusul melambungnya harga beras di pasaran. “Tapi naiknya harga gabah hanya Rp 500 per kilogram. Jadi dari harga awal yang Rp 4.500 jadi Rp 5.000 per kilogramnya,” katanya, kemarin.

Dalam satu hektare lahan tanaman padi dapat menghasilkan gabah basah sekitar lima sampai enam ton. Itupun jika tanaman tidak diserang penyakit atau wereng jumlahnya tidak sampai lima ton. “Ya sekitar empat ton, atau setara dengan Rp 20 juta minimal sudah dikantongi petani jika hasil panennya menurun,” imbuhnya.

Andin menambahkan, kenaikan harga gabah basah belum membuat petani lega. Sebab, proses penanaman padi membutuhkan pupuk yang harganya juga tidak murah. Selain itu, kebutuhan hidup terus bertambah. “Harga pupuk mahal, juga harga bahan pokok terus melambung. Kenaikan harga gabah basah belum cukup membuat petani senang, apalagi harga beras terus naik dua pekan terakhir ini,” tambahnya.

Salah seorang pendagang beras di Pasar Kendal, Zumroh mengatakan, kenaikan harga beras disinyalir merupakan dampak dari bencana banjir yang melanda Jakarta, beberapa waktu lalu. Sebab, pasokan beras yang seharusnya ke daerah-daerah harus berkurang dan berpindah ke Jakarta. “Kenaikan harga beras terus merangkak sejak adanya banjir di Jakarta. Katanya beras yang harusnya dipasok ke Jateng ditarik untuk memenuhi Jakarta yang kebutuhannya lebih tinggi,” katanya.

Kenaikan harga terjadi di semua jenis beras. Diantaranya IR 64 dari Rp 220 ribu menjadi Rp 250 ribu per karung (25 kilogram), C4 Rp 225 ribu menjadi Rp 255 ribu per karung, mentik Rp 255 ribu menjadi Rp 295 ribu per karung, bromo Rp 250 ribu menjadi Rp 270 ribu per karung. “Rata-rata naik Rp 30 ribu per karung. Yang lebih mahal beras Raja Lele harganya dari tengkulak sudah tinggi Rp 15 ribu perkilogram,” tambahnya. (bud/fth)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.