Ketua DPRD Bertekad Menekan Silpa APBD 2015

307
KOMITMEN : Ketua DPRD M Teddy Sulistio bertekad untuk menekan Silpa APBD 2015. (DINAR SASAONGKO/RADAR SEMARANG)
KOMITMEN : Ketua DPRD M Teddy Sulistio bertekad untuk menekan Silpa APBD 2015. (DINAR SASAONGKO/RADAR SEMARANG)
KOMITMEN : Ketua DPRD M Teddy Sulistio bertekad untuk menekan Silpa APBD 2015. (DINAR SASAONGKO/RADAR SEMARANG)

SALATIGA – Sisa Lebih Penghitungan anggaran (Silpa) APBD Pemkot Salatiga yang terus melonjak di akhir tahun anggaran belakangan ini menjadi sorotan tajam kalangan dewan. Ketua DPRD M Teddy Sulistio mengajak semua pemangku kepentingan untuk duduk bersama dan menyusun serta merealisasikan rencana pembangunan demi kepentingan rakyat.

Ajakan tersebut disampaikan Ketua DPRD Salatiga M Teddy Sulistio dalam pembukaan Forum SKPD yang diadakan oleh Bappeda di Ruang Sidang II PEmkot, (25/2). Teddy mengharapkan eksekutif dan legislatif semangat dalam bekerja di tahun 2015 ini. “Kita tidak perlu saling menyalahkan kenapa banyak pembangunan yang tidak jalan. Kita sebagai anggota dewan juga merasa bertanggung jawab atas terjadinya Silpa, karena masyarakat memandang DPRD juga bagian dari pemerintah yang menjalankan pembangunan. Mari kita cari solusi bagaimana permasalahan bisa terpecahkan agar potret keberhasilan layanan masyarakat bisa kita suguhkan,” ajak Ketua DPRD dalam forum SKPD yang diikuti oleh segenap kepala SKPD, camat dan Lurah serta hampir semua anggota dewan Kota Salatiga.

Lebih jauh, Teddy meminta kepada SKPD penyumbang Silpa terbesar untuk duduk bersama dan berembug untuk mencari solusi. Menurutnya, yang dibutuhkan sekarang ini adalah kebersamaan dan kesungguhan kerja. “Saya juga mengajak kepada Mas Yuli (wali kota Yuliyanto, red), Pak Wali ayo semangat. Rakyat menunggu kita bekerja, mari kita buktikan kepada masyarakat tahun ini adalah tahun pelayanan,” terang Teddy.

Dalam forum tersebut diisi paparan oleh Camat dari empat Kecamatan, yang membahas hasil dari musyawarah Kelurahan (muskel) ditambah hasil Musyawarah Rencana Pembangunan Tingkat Kecamatan (musrenbangkec) dan masih ditambah lagi rencana kerja yang telah disusun oleh pihak kecamatan.

Wakil ketua DPRD Fathur Rahman menambahkan, pengikisan besarnya silpa bisa dilakukan sejak dalam Musrenbang tingkat kota. Harapannya, perencanaan pembangunan harus lebih matang sebelum RAPBD diolah menjadi KUA – PPAS. “Forum SKPD harus bisa melihat kemampuan masing – masing instansi sehingga program pembangunan sudah bisa diprediksi, bisa dilaksanakan atau tidak,” terang Maman, sapaan akrabnya.

Lebih jauh ia menyatakan jika dalam pengalamannya, setelah pembahasan RAPBD, seringkali tim anggaran bahkan SKPD tidak meyakinkan jika ditanya mengenai kesiapan pembangunan. “Jika masih seperti itu, saya yakin peluang tidak terealisasi lebih tinggi. Maka dari itu, perencanaan tahun ini harus benar – benar matang. Selain itu juga sudah ada jaminan dari aparat penegak hukum jika pekerjaan benar – benar sesuai regulasi,” tandas dia.(sas/adv/fth)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.