PAN Tidak Akan Ajukan Calon Bupati

313

KENDAL – Partai Amanat Nasional (PAN) Kendal bakal menyerahkan calon bupati pada Pilkada Kendal 2015 kepada forum Koalisi Kendal Beribadat (KKB). Meskipun PAN merupakan pimpinan dari koalisi delapan parpol tersebut. Depalan partai politik (parpol) yang tergabung dalam Koalisi Kendal Beribadat (KKB) yakni PAN, PKB, PPP, Partai Gerindra, Partai Golkar, PKS, Partai Demokrat dan Partai Hanura. “Meski kami yang tertinggi tapi tidak dapat memaksakan calon harus dari internal. Namanya koalisi, nanti harus diputuskan secara bersama-sama,” kata wakil Ketua DPD PAN Kendal, Sutono Gimsoe.

Ia menambahkan, PAN sebenarnya peraih kursi terbanyak dibandingkan tujuh parpol yang tergabung dalam KKB. PAN menduduki urutan kedua peraih kursi terbanyak di DPRD Kendal setelah PDIP pada pemilu legislatif (Pileg) 2014. Secara berurutan PDIP (9 kursi), PAN (7 kursi), PKB (6 kursi), PPP (5kursi), PKS (4kursi), Gerindra (4kursi), dan Golkar (4kursi), Partai Demokrat (3 kursi), Partai Hanura (2 kursi) dan Partai Nasdem (1 kursi). PDIP dan Partai Nasdem membentuk koalisi Kendal Kendal Hebat (KKH), delapan parpol lainnya membentuk KKB. “Secara logika dan kekuatan politik, PAN berhak mengajukan kader untuk menjadi calon bupati. Tapi siapapun yang akan diusung kami serahkan hasil musyawarah parpol di koalisi,” imbuhnya.

Karena KKB dibentuk atas dasar visi misi yang sama, maka koalisi yang diketuai Sakdullah dari PAN, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kendal tidak dapat mendominasi. “Tapi meskipun demikian, karena kami partai terbanyak setidaknya nanti mendapatkan calon wakil bupati kalau tidak bisa calon bupatinya,” tambahnya.

Sejauh ini, KKB belum menentukan siapa yang akan diusung menjadi calon bupati. Hanya saja, sejumlah tokoh sudah bermunculan dan berkomunikasi dengan KKB. Diantaranya Mohammad Mustamsikin (Wakil Bupati), Ustadz Ali Nuruddin, Ketua DPC PKB Beni Karnadi, dan salah satu aparat petinggi TNI di Kendal. “Belum ada keputusan, mekanisme saja belum kita sepakati. Bukan hal yang mudah untuk menentukan siapa yang akan dijagokan. Keputusan siapa calon Bupati dari KKB, akan diputuskan setelah KPU Kendal mengumkan tahapan dan membuka pendaftaran calon Bupati dan Wakil Bupati,” tambahnya.

Ketua KPU Kabupaten Kendal, Wahidin Said mengaku sampai saat ini pihaknya belum dapat menentukan waktu pendaftaran calon bupati dan memulai tahapan calon bupati. Hal itu, lantaran UU nomor 1/2015 tentang Pilkada belum disahkan. “Jadi kami hanya bisa menunggu dari KPU Pusat tentang pelaksanaan Pilkada yang 2015 yang sesuai rencana akan dilakukan secara serentak 118 Kabupaten, Kota dan Provinsi di Indonesia. Sedangkan Jateng ada 22 kabupaten Kota yang rencananya dilakukan pada Bulan Desember,” katanya.

Untuk tahapan, menurutnya Pilkada kali ini lebih simpel lantaran tidak ada pendaftaran bakal calon. “ Hal itu praktis menghilangkan uji publik karena pendaftar langsung ditetapkan calon. Baik dari parpol maupun koalisi parpol dan perseorangan (independen),” ujarnya. Calon bupati dan wakil bupati parpol harus mendapatkan persetujuan DPC dan pimpinan pusat parpol yang mengusungnya. Yakni ditunjukkan dengan surat keterangan yang ditandatangani pimpinan ketua parpolnya. (bud/fth)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.