Pasar Domestik Harus Diperkuat

381
POTENSIAL: Industri furniture, menjadi salah satu produk domestik yang potensial, namun lebih banyak dikuasai perusahaan asing, terutama untuk industri besar. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
POTENSIAL: Industri furniture, menjadi salah satu produk domestik yang potensial, namun lebih banyak dikuasai perusahaan asing, terutama untuk industri besar. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
POTENSIAL: Industri furniture, menjadi salah satu produk domestik yang potensial, namun lebih banyak dikuasai perusahaan asing, terutama untuk industri besar. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah mendorong para pengusaha untuk memperkuat pasar domestik. Selain merupakan pasar yang cukup besar, hal ini juga untuk mengantisipasi lesunya ekspor ke beberapa negara tujuan.

“Pasar kita ini sangat besar. Selain penduduknya cukup banyak sebagian besar juga berada di usia produktif. Yang artinya, banyak produk yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan mereka,” ujar Kepala Disperindag Jateng Prijo Anggoro, kemarin.

Ia mengakui, ekspor memberikan keuntungan yang besar untuk negara. Namun demikian, dalam menghadapi pasar global dalam waktu dekat ini, para pengusaha juga diharapkan jangan sampai lengah dengan melepas pasar domestik. Menurutnya, pasar domestik ini potensinya cukup besar, jangan sampai justru dikuasai oleh asing.

Menurutnya, produk-produk dalam negeri tak kalah baik dari produk asing. Terlebih sejumlah produk khas Indonesia. Oleh karena itu, pengusaha diharapkan terus memperbaiki kualitas produk. Pun masyarakat diharapkan lebih mencintai produk-produk dalam negeri. “Tak lama lagi akan banyak masuk produk-produk dari luar. Nah, produk kita juga harus mampu bersaing di negeri sendiri. Salah satunya ya harus memiliki nilai jual, dengan kualitas yang baik, kemasan menarik dan memenuhi standar nasional,” tandasnya.

Diperkuatnya pasar domestik ini, lanjutnya, juga dapat mengantisipasi apabila negara-negara tujuan ekspor tengah mengalami krisis. Karena dengan kuatnya pasar domestik, kita tetap tidak kehilangan pasar.

Ia juga menambahkan, Jawa Tengah sendiri merupakan daerah penyangga dengan berbagai potensi produk. Mulai dari furniture, garmen hingga berbagai industri kreatif. “Seperti Jepara, ini merupakan gudangnya ukiran, furniture. Tinggal terus kita kembangkan dan kerjasama dengan berbagai pihak untuk bahan baku, maupun pengembangan sumber daya manusianya,” tegas Prijo. (dna/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.