Pemprov Tunggu Mabes Polri

321
Sri Puryono. (Radar semarang files)
Sri Puryono. (Radar semarang files)
Sri Puryono. (Radar semarang files)

SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng menyatakan bahwa tim panitia seleksi (pansel) yang menangani lelang terbuka untuk posisi Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah (Setda) Jateng telah terbentuk. Selanjutnya, akan segera disahkan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

”Saya belum lihat SK-nya. Tapi sudah naik (disampaikan) ke gubernur. Jika sudah disahkan, nanti yang bekerja mengurusi semuanya adalah pansel,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sri Puryono kepada Radar Semarang.

Sri menjelaskan, saat ini pemprov masih menunggu surat balasan dari Mabes Polri terkait pelaksanaan psikotes yang merupakan salah satu tahapan pada seleksi terbuka atau lelang jabatan untuk posisi Kepala Biro Umum Setda Jateng. Selanjutnya akan dimulai pendaftaran dan diumumkan di berbagai media massa atau diakses melalui situs Pemprov Jateng. ”Tidak usah lama-lama, saya sudah matur ke Pak Gubernur akhir Maret ini selesai,” imbuhnya.

Ditambahkan, tim pansel nantinya terdiri atas tujuh orang. Dengan rincian lima orang dari eksternal dan dua orang dari internal Pemprov Jateng. Dari ekternal seperti guru besar Undip Semarang dan tokoh senior. Sementara dari internal seperti Asisten IV dan Kepala BKD Jateng. ”Saya tidak bisa menyebutkan satu per satu. Yang jelas ada Pak Anwar Cholil, mantan Kepala BIKK dan Inspektorat Jateng,” terang Sri menegaskan tim tersebut diketuai oleh guru besar Undip Semarang.

Seperti diketahui, jabatan Kepala Biro Umum Setda Jateng telah lama kosong sejak Januari 2015 lalu. Hal ini dikarenakan pejabat sebelumnya yaitu Raharjanto dimutasi menjadi Kepala Biro Bina Mental Jateng. Oleh karena itu, dilakukan kembali lelang terbuka sebagaimana dibenarkan Undang-Undang No 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). (fai/ric/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.