Amankan Mesin dan Rangka Truk Curian

1017
Kasubag Humas AKP Zamroni menunjukkan barang bukti mesin dan chasis truk yang diduga hasil kejahatan. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
Kasubag Humas AKP Zamroni menunjukkan barang bukti mesin dan chasis truk yang diduga hasil kejahatan. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
Kasubag Humas AKP Zamroni menunjukkan barang bukti mesin dan chasis truk yang diduga hasil kejahatan. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)

DEMAK – Satreskrim Polres Demak mengamankan mesin dan 6 chasis atau rangka truk yang diduga sebagai hasil tindak kejahatan. Selain itu, petugas juga mengamankan kerangka kepala truk yang masih terlihat baru. Kapolres Demak, AKBP Raden Setijo Nugroho melalui Kasubag Humas AKP Zamroni mengatakan, barang bukti tersebut ditemukan di rumah LK, 28, warga Desa Tempuran, Kecamatan Demak Kota.

Saat itu, polisi mendapati laporan warga bahwa ada kegiatan mencurigakan di rumah LK. Yakni, adanya pengangkutan rangka truk dengan menggunakan mobil atau kendaraan towing. “Mesin dan rangka truk diduga hasil curian tersebut sudah berada diatas kendaraan dan siap angkut,” katanya.

Petugas kemudian memeriksa kondisi barang dan kendaraan untuk pengangkut tersebut. Hasilnya, nomor rangka truk yang kondisinya sudah dipreteli tersebut tidak dikenali lagi. Sebab, nomor rangka dihapus dengan gerindo. “Nomor rangkanya sudah rusak. Ini menjadi modus untuk memutus mata rantai antara pemetik dan penadah,” imbuhnya.

Kasatreskrim Polres Demak, AKP Philips Samosir menambahkan, penghilangan nomor rangka chasis truk cukup menyulitkan petugas dalam melacak kendaraan yang dipreteli tersebut. “Semula kami ketahui, bahwa mesin dan rangka truk itu ditumpuk mirip barang rongsokan di rumah LK. Setelah kita cek, ada beberapa mesin juga yang kondisinya sudah dibongkar atau pretelan,” tambahnya.

Untuk mengetahui nomor rangka yang sudah dihapus itu, pihaknya telah menerjunkan tim khusus dari puslabfor Polda Jateng. Namun, nomor rangka tetap tak terbaca. Kasatreskrim mengatakan, LK diduga sebagai penadah barang yang tidak jelas tersebut. Barang tersebut sudah menumpuk sekitar 2 tahun terakhir dan hendak dijual keluar daerah. “Mesin dan chasisnya sudah dikanibal. Kalau jual mesinnya tidak akan laku. Karena itu dijual sesuai kebutuhan pembeli saja atau per item sehingga mendapatkan untung. Pelaku terindikasi jaringan luar daerah,”ujarnya.

Perbuatan seperti itu diduga tidak dilakukan sendirian oleh LK. Karena itu, kasus ini terus dikembangkan. AKP Philips mengimbau masyarakat agar segera melaporkan ke polisi bila mendapati kejanggalan seperti kasus tersebut. Biasanya, kata dia, barang yang didapatkan tanpa dilengkapi dengan BPKB. Karena itu, identitas rangka kendaraan dihilangkan.(hib/fth)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.