Awalnya Penasaran Anak Kecil Bakar Plastik

411
TUNJUKKAN BBM PLASTIK: Benni (baju hitam, red) menunjukkan proses pembuatan BBM yang berasal dari limbah plastik. (FAIZ URHANUL HILAL/RADAR SEMARANG)
TUNJUKKAN BBM PLASTIK: Benni (baju hitam, red) menunjukkan proses pembuatan BBM yang berasal dari limbah plastik. (FAIZ URHANUL HILAL/RADAR SEMARANG)
TUNJUKKAN BBM PLASTIK: Benni (baju hitam, red) menunjukkan proses pembuatan BBM yang berasal dari limbah plastik. (FAIZ URHANUL HILAL/RADAR SEMARANG)

Melalui tangan terampil, limbah plastik bisa disulap menjadi beragam kerajinan. Namun bagi warga Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, daur ulang limbah plastik tersebut lebih memiliki daya guna. Yakni disulap menjadi pengganti Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium. Seperti apa?

FAIZ URHANUL HILAL

MELALUI Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Kecamatan Pekalongan Utara, pemanfaatan limbah plastik menjadi BBM dikembangkan di sejumlah kelurahan di Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan. Di antaranya Kelurahan Kandang Panjang, Krapyak Kidul, ‎dan Panjang Wetan.

Ketua Posyantek, Benni Ismail mengatakan bahwa penemuan BBM alternatif tersebut bermula dari rasa penasaran melihat anak kecil yang membakar plastik. “Tetesan api yang keluar dari plastik terbakar itulah yang membuat saya melakukan ujicoba untuk melakukan penyulingan terhadap plastik itu,” terangnya.

Bermodalkan Rp 400 ribu, Benni akhirnya membuat satu set alat penyulingan dan mencoba beberapa tes hingga ditemukannya pengganti premium yang disebut dengan nama BBM Plastik tersebut. “Ujicoba sejak tahun 2010. Nama BBM Plastik itu bersumber dari hasil penyulingan plastik,” kata warga Kraton, Pekalongan Utara‎ ini.

Proses pembuatannya, kata Benni, dimulai dengan pengumpulan plastik bening, botol bekas minuman yang kemudian dimasukkan ke dalam panci alumunium. Panci tersebut harus memiliki ketebalan minimal 0,3 sentimeter.

Setelah ditutup rapat, panci dengan saluran pembuangan (pipa) tersebut kemudian dipanaskan. Dari pipa tersebut, nantinya akan mengeluarkan cairan hasil pemanasan plastik. Kualitas hasil penyulingan itu, ditentukan dari ketebalan panci dan rapat atau tidaknya penutup. “Semakin tebal (panci, red) dan rapat (tutup, red) akan semakin bagus hasil penyulingannya,” jelasnya.

Cairan yang keluar tersebut, kata Benni, berbentuk agak kental dan berwarna kekuning-kuningan menyerupai premium. Dari hasil yang selama ini dilakukan, satu kilogram plastik dapat menghasilkan BBM Plastik sebanyak 0,8 liter dengan proses penyulingan selama 30 menit.

Selain ketebalan panci dan kerapatan penutupnya, penentu kualitas BBM alternatif tersebut ditentukan bahan yang digunakan. “Sebenarnya bisa pakai plastik apa saja. Namun yang bagus pakai plastik bening. Karena hasilnya minyak yang keluar juga bening. Kalau pakai plastik hitam, warnanya juga agak hitam,” bebernya.

Pria yang juga guru agama itu menjelaskan, pihaknya telah melakukan ujicoba BBM Plastik terhadap ‎kendaraan miliknya. Namun, gas pembuangannya memiliki kadar oktan yang lebih rendah dibandingkan premium, sehingga tidak ramah lingkungan. “Pernah kami ujikan di kendaraan, namun belum cocok karena polusinya tinggi,” timpalnya.

Kendati begitu, pengembangan terus dilakukan. Pasalnya, yang diujicobakan kepada kendaraan merupakan hasil satu kali penyulingan. Benni optimistis jika dilakukan penyulingan lebih dari sekali, akan menunjukkan hasil yang lebih baik.

Selain dilakukan ujicoba kepada sepeda motor, BBM Plastik juga diujicobakan kepada kompor sumbu di empat pengusaha batik di Pekalongan. Hasilnya, selain jauh lebih irit, tingkat panasnya juga lebih tinggi. “Untuk kompor sumbu, warnanya hijau kebiru-biruan, lebih irit juga,” timpalnya.

Di lihat dari nilai ekonomi juga menjanjikan. Harga plastik bekas senilai Rp 2 ribu hingga Rp 3 ribu per kilogram. Sedangkan hasil sulingannya biasa dijual Rp 8 ribu per liter.

Benni berharap ada respons serius dari pemerintah. Pasalnya, inovasi yang ada di Kecamatan Pekalongan Utara kurang direspons serius. “Seperti pengecekan kandungan apa di dalam hasil sulingan plastik ini juga sudah lama disampaikan kepada pemerintah pusat. Tapi sampai sekarang belum ada jawaban,” katanya.

Benni berharap, inovasi sampah menjadi BBM Plastik miliknya dapat menjadi temuan yang bermanfaat sebagai pengganti bahan bakar yang ramah lingkungan. “Saat ini, sampel BBM Plastik sedang kami serahkan ke Kementerian ESDM untuk diteliti lebih lanjut. ‎Kandungan apa, kami belum tahu persis,” tandasnya. (*/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.