Digagas 3 Mahasiswa, Kini Punya 50 Anggota

400
SHARING FOTOGRAFI: Komunitas Fotografi ”Copy Lens” IAIN Walisongo saat menggelar workshop bagi anggota baru. (DOK. COPY LENS)
SHARING FOTOGRAFI: Komunitas Fotografi ”Copy Lens” IAIN Walisongo saat menggelar workshop bagi anggota baru. (DOK. COPY LENS)
SHARING FOTOGRAFI: Komunitas Fotografi ”Copy Lens” IAIN Walisongo saat menggelar workshop bagi anggota baru. (DOK. COPY LENS)

Para mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo yang hobi fotografi tergabung dalam Komunitas Copy Lensa. Komunitas ini menjadi wadah penyaluran bakat sekaligus ajang pembelajaran dan sharing antaranggota tentang dunia fotografi. Seperti apa?

ADENNYAR WYCAKSONO

DUNIA fotografi semakin digandrungi kalangan muda, termasuk para mahasiwa. Di kampus UIN Walisongo Semarang, para pencinta fotografi tergabung dalam Community of Photography UIN Walisongo atau disingkat Copy Lens.

”Komunitas ini dibentuk awalnya dari rasa gelisah, karena nggak ada wadah bagi pencinta fotografi di lingkungan kampus UIN Walisongo Semarang. Akhirnya, saya dan beberapa teman sepakat membentuk komunitas fotografi,” kata Ketua Copy Lens, Diaul Mubarok kepada Radar Semarang.

Komunitas Copy Lens sendiri didirikan pada 10 April 2013 yang digagas oleh Obi, Ocha dan Diaul Mubarok sendiri. Tujuannya, untuk mewadahi mahasiswa UIN Walisongo yang menggeluti dunia fotografi.

Ia mengenang, saat dibentuk Copy Lens, jumlah anggotanya hanya 20 orang. Saat itu, komunitas tersebut juga belum mendapatkan pengakuan maupun dukungan dari kampus.

”Banyak mahasiswa UIN Walisongo yang hobi motret. Setiap kumpul pasti sharing pengalaman, hingga akhirnya muncul ide segar untuk menghasilkan sebuah karya,” ujarnya.

Dalam perjalanannya, komunitas ini akhirnya direspons positif oleh pihak kampus. Anggotanya tidak terbatas kalangan mahasiswa, tapi juga civitas akademika universitas lainnya. ”Saat ini jumlah anggotanya sudah mencapai 50 orang,” katanya bangga.

Diaul Mubarok menambahkan, kegiatan rutin yang dilakukan komunitas ini, di antaranya kopi darat atau kopdar untuk sharing dan berdiskusi tentang teknik pemotretan. Baik dalam pengambilan angle gambar yang bagus, pengaturan lensa, pengaturan cahaya, serta teknik dunia fotografi lainnya. Untuk menambah pengalaman, Copy Lens juga kerap mengundang anggota komunitas fotografi dari kampus lain untuk bertukar pengalaman.

”Kita pernah sharing dengan komunitas fotografi dari kampus lain seperti Undip dan Unika Soegijapranata. Dari situlah kami semakin terpacu untuk menghasilkan sebuah karya foto terbaik,” ujarnya.

Selain sharing dengan komunitas fotografi lain, setiap tahun pihaknya juga kerap mengadakan workshop fotografi untuk anggota yang baru bergabung. Kegiatan lain yang rutin digelar adalah hunting foto bersama untuk mengasah pengalaman di lapangan. Tak hanya itu, Copy Lens bekerja sama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UIN Walisongo juga menggelar pameran foto.

”Kami sudah pernah menggelar pameran, dan kami bersyukur karya kami mendapat apresiasi dari masyarakat. Memang selama ini belum ada karya kami yang ingin dijual. Karena bisa menghasilkan sebuah karya fotografi, bagi kami sudah merupakan kepuasan tersendiri,” katanya.

Dirinya berharap, ke depan Komunitas Copy Lens bisa menjadi salah satu UKM di UIN Walisongo. Sebab, keberadaan Copy Lens telah terbukti bisa menjadi wadah yang positif dalam pengembangan bakat mahasiswa, khususnya dalam bidang fotografi.
”Harapan kami ke depan komunitas ini bisa berkembang lebih besar dan lebih maju lagi. Selain itu, kami ingin ada UKM di kampus UIN Walisongo yang menjadi wadah para pencinta fotografi, dan bisa membawa nama baik UIN Walisongo ke dunia luar,” harapnya. (*/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.