Madrasah di Jateng Belum Siap Unas Online

277

GAJAHMUNGKUR – Semua Madrasah di Jawa Tengah belum siap melakukan Ujian Nasional (Unas) menggunakan sistem online. Hal tersebut lantaran sarana dan prasarana (sarpras) yang belum sesuai standar pelaksanaan unas online.

Kasi Kurikulum Kementerian Agama Jateng, Nur Abadi mengatakan ketidaksiapan madrasah tersebut dikarenakan pemberitahuan resmi dari Kementerian pusat yang terlalu mendadak. Sehingga persiapan guna melaksanakan unas online tidak maksimal. ”Baru beberapa waktu lalu kita memperoleh pemberitahuan yang resmi. Kemarin kita sudah melihat beberapa madrasah unggulan terkait sarpras-nya, dan ternyata memang belum sesuai standar,” ujar Nur saat ditemui Radar Semarang, Senin (2/3).

Dikatakan Nur, sebelumnya pihaknya memang mengeluarkan surat edaran kepada semua madrasah di Jateng terkait pelaksanaan unas online, namun dari semua madrasah tersebut tak kunjung memberikan surat balasan tentang kesiapan sarpras-nya.

”Karena itulah kita langsung terjun ke lapangan. Beberapa madrasah unggulan seperti MAN 2 Kudus, MAN Purwokerto, MAN 1 Solo, MAN Magelang, MAN 2 Kota Pekalongan, setelah kita cek di lapangan ternyata jumlah lab dan komputernya belum standardisasi. Serba dadakan soalnya,” katanya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian Agama Jateng, jumlah keseluruhan madrasah di Jateng sebanyak 10.572 termasuk dengan Rodotul Adfal (RA). Sedangkan untuk rinciannya yaitu RA sebanyak 4.375, Madrasah Ibtidaiyah (MI) 3.808, Madrasah Tsanawiyah (MTs) 1.534, Madrasah Aliyah (MA) 526. ”Jumlah itu merupakan jumlah keseluruhan madrasah negeri dan swasta di Jateng. Untuk pelaksanaaan unas tanggal 14 hingga 16 bulan April. Pada unas MTs, ujian akhir madrasah untuk PAI 9, 10, 11 bulan Maret yang akan diujikan yaitu Alquran, Hadis, SKI, Bahasa Arab,” lanjutnya.

Sementara itu, Kabid Pendidikan Madrasah Kemenag Jateng, Jamun Efendi mengatakan, distribusi soal unas akan dilakukan langsung oleh Kemenag Pusat. Hingga saat ini, persiapan yang dilakukan oleh Kemenag Jateng dalam pelaksanaan unas belum menemui kendala. ”Jumlah peserta yang akan melaksanakan unas untuk MTs sebanyak 146.998 siswa, untuk MA program IPA sebanyak 12.727 siswa dan IPS sebanyak 26.992. Sedangkan untuk peserta yang berasal dari MA dalam program Bahasa sebanyak 1.264, sementara itu program Keagamaan sebanyak 3.569,” tutur Jamun.

Dijelaskan Jamun, dalam unas tersebut kelulusan ditentukan oleh madrasah setempat. Pihaknya dalam pelaksanaan unas hanya sebagai pemetaan, sehingga fokus pembinaan pelaksanaan unas di madrasah lebih terarah. ”Karena ada pengalaman seperti ini, jadi untuk pelaksanaan unas tahun depan sejak sekarang kita akan melakukan persiapan. Nanti akan kita koordinasikan dengan kasi sarpras untuk mendata madrasah yang memiliki sarpras baik,” pungkas Jamun. (ewb/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.