Rawan Kecelakaan, Exit Tol Bawen akan Dikaji

396

UNGARAN-Permasalahan tingginya pelanggaran dan kasus kecelakaan lalulintas (Lakalantas) di pertigaan Exit Tol Bawen akan dikaji dalam Rapat Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan Kabupaten Semarang. Hal tersebut untuk mengetahui kebutuhan personel yang perlu disiagakan maupun kajian fungsi pos pantau.

Kapolres Semarang, AKBP Muslimin Ahmad, mengatakan bahwa pihaknya sudah mengetahui adanya keluhan masyarakat tentang banyaknya pelanggaran traffic light dan kecelakaan di pertigaan exit tol Bawen. Rencananya masalah tersebut akan dibawa ke Forum Lalulintas Angkutan Jalan Kabupaten Semarang untuk dikaji.

“Sebenarnya di sana (pertigaan Exit Tol Bawen) sudah ada Pos Unit Lakalantas, lalu di pertigaan Jalan Lingkar Ambarawa diberi pos polisi. Itu juga harus dikaji. Jadi kami akan membawa ke Forum Lalulintas,” kata Kapolres, Senin (2/3) siang kemarin.

Menurut Kapolres, yang dikaji tentang seberapa penting fungsi pos pantau termasuk kebutuhan jumlah personel yang harus disiagakan. Sehingga keberadaan pos tersebut dapat lebih optimal. Selain dikaji, pihaknya mengaku sudah berupaya optimal menyosialisasikan tentang keselamatan berlalulintas di sekolah-sekolah dan perusahaan angkutan umum.

“Jangan sampai ada pos, tapi tidak ada yang berjaga. Malah kami khawatir disalahgunakan untuk berbuat macam-macam. Kami sebenarnya telah melakukan sosialisasi pada klub-klub otomotif, glorifikasi keselamatan berlalulintas dan sosialisasi keselamatan di sekolah-sekolah serta perusahaan bus angkutan umum,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga di sekitar pertigaan Exit Tol Bawen meminta instansi terkait yakni Satlantas dan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika untuk mengkaji traffic light (TL) di lokasi tersebut. Selain itu, meminta agar ditempatkan anggota Kepolisian. Sebab di lokasi tersebut kerap terjadi pelanggaran dan kerap terjadi kecelakaan lalulintas.

Wartono, 60, warga Lingkungan Ngrawan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang mengatakan bahwa di pertigaan traffic light exit tol kerap terjadi kecelakaan yang disebabkan karena ngeblong atau tidak berhenti saat lampu merah menyala. Biasanya yang menjadi korban, warga yang akan keluar dari perkampungan masuk ke jalan raya. Bahkan beberapa hari lalu ada kakak beradik berboncengan sepeda motor ditabrak bus yang ngeblong lampu merah, salah satunya meninggal dunia. “Kalau pelanggaran hampir setiap hari dilakukan para pengemudi yang tidak disiplin berlalulintas,” tutur Wartono. (tyo/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.