Dua Sekolah Batal Gelar Unas Online

327

TEMANGGUNG-Dua sekolah batal melaksanakan ujian nasional (unas) 2015 secara online. Yaitu, yaitu SMA Negeri 1 Temanggung dan SMP Negeri 2 Temanggung. Keduanya tidak memenuhi syarat untuk melaksanakan unas online, karena keterbatasan jumlah sarana komputer.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Temanggung Ujiono mengatakan, verifikasi sudah dilakukan pada Sabtu dan Senin lalu. Hasilnya, dua dari tujuh sekolah yang sebelumnya ditunjuk untuk menggelar unas online, dinyatakan tidak memenuhi syarat. Tim Verifikasi berasal dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pendidikan Provinsi Jateng.

“Verifikasi sudah dilakukan kemarin. Hasilnya dua sekolah terpaksa mundur karena belum siap sarana prasarana. Jadi ya di Temanggung hanya ada lima sekolah yang melaksanakan unas online,” ungkapnya, Selasa (3/3) kemarin.

Unas online akan digelar dengan sistem gelombang. Dalam sehari, jadwal mapel ujian yang sama, nantinya akan dibagi menjadi tiga gelombang. Yaitu, gelombang pertama pukul 07.30-09.30, gelombang kedua 10.30-12.30 dan gelombang ketiga 14.00-16.00.

Kepala SMA Negeri 1 Temanggung Wasito mengaku sekolahnya belum siap menggelar unas online. Dari keperluan sebanyak 93 unit komputer, sekolahnya baru memiliki 62 unit. Jumlah siswa kelas XII yang akan mengikuti unas tahun ini 279 siswa.

Selain itu, dari empat server yang harus disiapkan, pihaknya baru memiliki dua server. “Sebetulnya kami mendukung sekali pelaksanaan unas secara online. Karena tujuannya meminimalisasi kecurangan. Tapi memang sekolah kami belum siap. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa.”

Kepala SMK 17 Temanggung Susi Bintoro mengaku siap menggelar unas online, dengan perlengkapan komputer yang telah memadai. Pelaksanaan unas nantinya akan dibuat bergelombang, sesuai instruksi.

Dari 177 siswa kelas XII, per gelombang, akan disiapkan 3 ruang ujian, dengan komposisi 20 komputer per ruang. Juga 5 komputer cadangan.

“Jadi nanti kan ada tiga gelombang. Karena jumlah siswa kita 177 orang, maka dibagi gelombang pertama 60 orang, gelombang kedua 60 orang lagi dan gelombang terakhir 57 orang.”

Mengenai sarana dan teknis pelaksanaan unas, tidak lagi menjadi kekhawatiran Bintoro.

Hanya saja, ia mengakui, anak didik masih khawatir terhadap penentuan kelulusan. Meski saat ini kelulusan berpatokan pada KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal), namun kata Bintoro tetap saja membuat khawatir bagi anak didik.

“KKM di sekolah kita sudah tinggi. Yaitu 75, jadi meskipun nilai unas sudah tidak lagi jadi penentu kelulusan, tapi tetap saja anak-anak masih punya perasaan khawatir.”

Selain SMK 17 Temanggung, empat sekolah lain yang jadi menggelar unas online adalah SMK 1 Temanggung, SMK 2 Temanggung, SMK Tembarak dan SMK Swadaya. (mg3/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.