Gelar Touring hingga Kampanye Safety Riding

379
KOMPAK: Puluhan anggota Toyota Kijang Club Indonesia Cabang Semarang saat berkumpul di Kota Lama Semarang. (NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)
KOMPAK: Puluhan anggota Toyota Kijang Club Indonesia Cabang Semarang saat berkumpul di Kota Lama Semarang. (NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)
KOMPAK: Puluhan anggota Toyota Kijang Club Indonesia Cabang Semarang saat berkumpul di Kota Lama Semarang. (NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)

Menjadi klub otomotif terbesar, Toyota Kijang Club Indonesia (TKCI) Semarang mengaku tidak pernah kesulitan menyatukan visi. Komunitas yang jumlah anggotanya mencapai 130 orang ini terbilang paling kompak. Mereka selalu tampil guyub meski tidak semua anggota punya mobil Toyota Kijang. Kok bisa?

AJIE MH, Kota Lama

YA, meski nama komunitasnya berlabel Toyota Kijang, tapi tidak semua anggotanya punya mobil merek tersebut.

Humas TKCI Semarang, Yoga Aulia, menjelaskan, di klub ini memang merangkul siapa saja yang suka dengan keseksian bodi atau mesin mobil Kijang.

”Ini merupakan wadah bagi para penyuka Toyota Kijang. Mungkin karena belum bisa membelinya, atau pernah memiliki mobil Kijang,” ungkapnya kepada Radar Semarang.

Syarat untuk bergabung memang gampang. Tidak ada kriteria tertentu bagi pemilik mobil Kijang. Mau modifikasi atau tidak, asal punya SIM, pasti diizinkan. Soal tahun produksi pun tidak dipermasalahkan. Bahkan mobil Kijang Buaya keluaran 1979 pun tidak jadi soal.

Rasa saling respek itulah yang menjadi kunci kekompakan TKCI Semarang. Saban hari, ada acara atau tidak, mereka selalu kumpul. Entah sekadar ngobrol atau makan bersama. ”Kalau kumpul resminya setiap Jumat pukul 21.00 di depan Gedung Bank Indonesia Jalan Imam Barjo,” katanya.

Anggota TKCI berasal dari beragam kalangan, mulai pelajar hingga pengusaha. Mereka tak sekadar hura-hura, tapi juga menggelar sosialisasi safety riding. Beberapa poin penunjang keselamatan berkendara kerap mereka sebarkan di sela-sela touring atau kumpul-kumpul.

Salah satunya menggembar-gemborkan untuk tidak menyetir sambil menggunakan ponsel. Ya, sudah hal yang lumrah jika para pengemudi mobil kerap membalas pesan singkat, mengangkat telepon, atau bermain-main dengan media sosial sambil berkendara. ”Memang sepele. Tapi itu bisa membayakan pengendara lain,” timpal Ketua TKCI Semarang, Ryan Alay.

Klub yang resmi berdiri pada 15 Juni 2003 dan dirintis oleh Bagus M. Bayu, Wisnu Sinyo, dan Muhammad Sukarno ini pernah menghelat event yang cukup besar. Mereka mengundang sekitar 300 mantan anggota TKCI Nusantara untuk temu kangen di Semarang pada 14 Februari lalu.

”Selama berdiri, temu kangen itu merupakan gelaran paling berkesan. Kami sendiri tidak menyangka bisa menarik 300-an mantan anggota TKCI Nusantara yang sudah sekian lama tidak aktif. Dari Sabang sampai Merauke kumpul semua,” ungkapnya.

Ryan menegaskan, semua agenda yang digelar TKCI Semarang menggunakan anggaran pribadi. Tidak pernah mendapat sponsor dari Toyota layaknya komunitas-komunitas lain yang mengusung brand yang sama. (*/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.