Jadi Barometer Perkembangan Pebulutangkis

389
MEMBANGGAKAN: Tyas Umilatul Sholihah (tengah) bersama pimpinan PB Hamas Masrukan (kiri) dan pelatih Eko Ali. (TAUFIQ R/RADAR SEMARANG)
MEMBANGGAKAN: Tyas Umilatul Sholihah (tengah) bersama pimpinan PB Hamas Masrukan (kiri) dan pelatih Eko Ali. (TAUFIQ R/RADAR SEMARANG)
MEMBANGGAKAN: Tyas Umilatul Sholihah (tengah) bersama pimpinan PB Hamas Masrukan (kiri) dan pelatih Eko Ali. (TAUFIQ R/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Memang tak banyak kejutan di gelaran Djarum Foundation – Kejurkot Tugu Muda Cup 2015 yang berlangsung di GOR Paradise, 27 Februari – 1 Maret. Klub-klub besar masih mendominasi podium kejuaraan. Sebut saja Pendowo, Altrec dan PB Sehat.

Meski begitu, Wakil Ketua PBSI Kota Semarang Hermawan Pamot Raharjo menuturkan, pebulutangkis muda banyak mengalami peningkatan di segi kualitas. Jika tahun lalu tampil kurang greget, setidaknya di Kejurkot kemarin mereka menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.

Ditambahkan Herman, dalam kompetisi yang mempertandingkan semua nomor, dari kelas dini hingga taruna itu merupakan barometer seberapa jauh perkembangan klub yang ada di Semarang. “Banyak pebulutangkis yang mengalami peningkatan kualitas. Tapi tidak seperti yang diharapkan. Mungkin karena sistem pelatihan klub yang belum berubah. Bisa jadi, atlet-atlet yang berkembang itu mengikuti latihan tambahan. Seperti les privat di luar jam latihan klub misalnya,” ungkapnya kepada Radar Semarang, kemarin.

Pria yang juga ketua panitia Tugu Muda Cup 2015 itu mengatakan, para pemenang di masing-masing nomor akan dimasukkan ke dalam bank data atlet. Ya, mereka dirasa belum sesuai untuk dijaring menjadi bibit atlet kota. “Sementara ini hanya untuk embrio. Penjajakannya masih panjang. Tapi pasti akan berguna di masa mendatang. Pertandingan ini semacam uji peningkatan kualitas atlet,” pungkasnya. (amh/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.