Mio M3 Raih Rekor Muri

358
Mesin Tangguh : Jajaran manajemen Yamaha berhasil meraih Rekor Muri sebagai mesin tahan operasional terlama. (istimewa)
Mesin Tangguh : Jajaran manajemen Yamaha berhasil meraih Rekor Muri sebagai mesin tahan operasional terlama. (istimewa)
Mesin Tangguh : Jajaran manajemen Yamaha berhasil meraih Rekor Muri sebagai mesin tahan operasional terlama. (istimewa)

SEMARANG – Yamaha kembali menorehkan prestasi dengan memecahkan rekor Muri (Museum Rekor Indonesia), untuk kategori sepeda motor matik dengan ketahanan operasional mesin secara non-stop terlama. Ketangguhan New Mio M3 , motor mesin skutik 125 cc dengan teknologi Blue Core yang dinyalakan 30 hari tanpa henti, dipajang di 10 kampus dari 10 kota di Indonesia.

Assisten GM Marketing PT YIMM Muhammad Masykur, usai menerima rekor Muri di Semarang kemarin mengatakan, uji ketanggungan mesin motor matik Mio M3 ini tidak hanya dilakukan di Universitas Satya Wacana, tetapi juga sukses di 9 universitas lainnya. Kesembilan universitas tersebut adalah Institut Teknologi Nasional (Itenas-Bandung), Institut Teknologi Medan (Medan), Universitas Udayana (Bali), Universitas Kristen Duta Wacana (Yogyakarta), dan Universitas Lambung Mangkurat (Banjarmasin). Universitas Muhammadiyah Malang (Malang), Universitas Pancasila (Jakarta), dan Universitas Pakuan (Bogor).

Menurutnya di Jawa Tengah ada 2 kampus yang terpilih untuk kegiatan Mio M3 Challenge ini, yaitu Universitas Kristen Satya Wacana (Semarang), dan Universitas Panca Sakti (Tegal). Yamaha DDS 3 memilih universitas sebagai ajang uji ketangguhan mesin Mio M3 karena kalangan mahasiswa ini bersikap independen dan sangat kritis sehingga tidak bisa dipengaruhi.

”Kegiatan Mio M3 Challenge yang digelar kampus ini mulai tanggal 24 januari 2015 – 26 Februari 2015 mendapat respon positif dari lingkungan kampus dan masyarakat sekitarnya, kami sengaja memilih lingkungan kampus karena di kampus adalah tempat belajar dan kegiatan penelitian. Mereka kagum dan makin mengenal Mio M3. Model ini menjadi salah satu tulang punggung Yamaha saat ini,” jelasmya.

Menurutnya dalam uji ketangguhan mesin ini, motor ditempatkan di dyno test sehingga roda belakang bisa berputar layaknya berkendara seperti biasa. Motor ditahan dengan tali sehingga terdapat beban yang analoginya adalah beban si pengendara jika berkendara seperti biasa di jalanan.

Fathurrahman selaku area service Yamaha DDS 3 mengatakan total jarak yang ditempuh dalam 30 hari sejauh 21.600 km, dengan total bahan bakar 403 liter. “Jadi dalam 1 hari dengan jarak tempuh 720 km membutuhkan bensin 13 liter per hari dengan rpm 4.000. Rata – rata jarak tempuh per 1 liter bahan bakar menempuh jarak 53,6 km per liter. Selama 30 hari skutik ini tidak melakukan pergantian spare part, hanya melakukan pergantian ban 1 kali, dan dalam kondisi mesin langsam (stasioner). Penambahan oli dilakukan tiap jarak tempuh 2.000 km,” tambah Fathurrahman di lokasi New Mio M3 125 Challenge.

Uji ketahanan ini juga pembuktian keunggulan teknologi DiAsil Cylinder dan Forged Piston pada Mio M3 dan juga iritnya motor ini. Yamaha membuktikan kehandalannya, yang merupakan salah satu keunggulan teknologi Blue Core yang ada pada Mio M3 (Efisien – Bertenaga – Handal)

Kevin Diaz perwakilan mahasiswa UKSW menambahkan, sebagai pengguna motor dalam kegiatan sehari – hari membutuhkan motor yang handal, irit bahan bakar, dan tangguh. “Dengan kegiatan ini, akan menjadi masukan positif bagi kami bahwa mesin Yamaha New Mio M3 125 Blue Core benar – benar handal dan tangguh,” jelas Kevin di sela – sela kegiatan.

Berbarengan dengan acara itu, Yamaha mengajak konsumen dan komunitas pemilik motor Yamaha touring keliling kota Semarang, sekaligus mendapatkan pengetahuan tentang teknologi baru andalan Yamaha, Blue Core. “Kami ingin memanjakan konsumen yang memiliki Mio M3 ikut touring bersama,” ujar Chief DDS 3 PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Ahmad Ichsan Nulhakim di Semarang, Jawa Tengah, kemarin. (tya/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.