Pendemo Hajar Dua Polisi

463
PUKULI POLISI : Massa menghajar apara polisi Polres Batang yang bertugas melakukan pengamanan demo nelayan, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
PUKULI POLISI : Massa menghajar apara polisi Polres Batang yang bertugas melakukan pengamanan demo nelayan, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
PUKULI POLISI : Massa menghajar apara polisi Polres Batang yang bertugas melakukan pengamanan demo nelayan, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)

AKSI anarkis ribuan nelayan Kabupaten Batang, Selasa (3/3) siang kemarin, tidak hanya memblokir jalur Semarang-Jakarta, tepatnya di sepanjang Jalan Gajah Mada, Desa Sambong, Kecamatan/Kabupaten Batang. Tapi juga menghajar dan memukuli Kasat Reskrim Polres Batang, AKP Hartono, yang bertugas mengamankan aksi demo tersebut.

AKP Hartono. (TAUFIK HIDAYAT/RASE)
AKP Hartono. (TAUFIK HIDAYAT/RASE)

Aksi main hakim sendiri massa pendemo tersebut, bermula saat anggota Sat Shabara Polres Batang, Briptu Eko Yulianto, menegur sejumlah pemuda yang sedang merusak fasilitas umum, berupa tiang lampu penerang jalan yang berada tepat di Kantor Samsat Batang.

Namun teguran Briptu Eko Yulianto, justru disambut dengan cacian dari para pendemo. Bahkan beberapa pemuda pendemo tersebut, langsung mendatangi Briptu Eko Yulianto untuk menantang berkelahi. Namun, Briptu Eko Yulianto tidak melayaninya dan meilih menghindari keramaian sekelompok pemuda tersebut.

Namun menghindarnya Briptu Eko Yulianto justru memicu kemarahan sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi aksi perusakan fasilitas umum tersebut. Massa kian beringas mengejar Briptu Eko Yulianto yang lari ke Jalan Raya Sambong, dengan melempari batu yang ada di tepi jalan.

Melihat salah satu anggota Sat Shabara Polres Batang dikejar massa, Kasat Reskrim Polres Batang, AKP Hartono yang berada tidak jauh dari Briptu Eko Yulianto langsung mengamankan dan melindunginya agar Briptu Eko Yulianto melarikan diri.

Namun tindakan AKP Hartono menambah emosi para pendemo. Kasat Reskrim AKP Hartono yang sempat bersembunyi di warung makan, langsung digelandang ke luar warung dan dihajar puluhan warga. Meski AKP Hartono telah berulangkali berteriak minta tolong, massa tidak memperdulikannya.

Chandra, 23, warga Kelurahan Klidang Lor, salah satu pelaku yang ikut mengeroyok AKP Hartono mengungkapkan bahwa dirinya tersinggung saat Briptu Eko Yulianto menegur dirinya dengan melarang perusakan tiang lampu penerang jalan. “Polisi itu menegur saya dengan menudingkan tangan kanan ke wajah saya. Saya tersinggung,” ungkap Chandra saat ditangkap petugas.

Akibat aksi massa tersebut, Kasat Reskrim AKP Hartono dan Briptu Eko Yulianto mengalami luka serius di kepala dan luka memar di sekujur badan. Saat ini, kedua aparat kepolisian tersebut sedang menjalani perawatan serius di RS QIM Batang.

Sementara itu, Kapolres Batang, AKBP Widi Atmoko menegaskan bahwa pihak Polres telah mengamankan sejumlah warga yang diduga melakukan aksi perusakan fasilitas umum dan pemukulan terhadap anggota polisi yang sedang bertugas. Menurutnya, puluhan warga tersebut akan dimintai keterangan. “Saat ini baik Briptu Eko Yulianto dan Kasat Reskrim AKP Hartono masih menjalani perawatan,” jelasnya. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.