Tepis Kesan Hura-Hura, Solidkan Kegiatan Sosial

444
ATUR LALU LINTAS : Sejumlah anggota Scrop saat membantu petugas polisi mengatur lalu lintas arus Lebaran 2014 lalu. TOURING : Beberapa anggota Scrop melaksanakan acara rutin berupa touring di berbagai wilayah. (DOKUMEN SCROP FOR RASE)
ATUR LALU LINTAS : Sejumlah anggota Scrop saat membantu petugas polisi mengatur lalu lintas arus Lebaran 2014 lalu. TOURING : Beberapa anggota Scrop melaksanakan acara rutin berupa touring di berbagai wilayah. (DOKUMEN SCROP FOR RASE)
ATUR LALU LINTAS : Sejumlah anggota Scrop saat membantu petugas polisi mengatur lalu lintas arus Lebaran 2014 lalu.
TOURING : Beberapa anggota Scrop melaksanakan acara rutin berupa touring di berbagai wilayah. (DOKUMEN SCROP FOR RASE)

Kesan hura-hura dan ugal-ugalan saat berkendara di jalan yang selama ini melekat kepada club motor, ditepis jauh-jauh oleh sekelompok pemuda pecinta otomotif. Bukan hanya solid antaranggota, kelompok yang menamai dirinya Scorpio Owner Pekalongan (SCROP) tersebut juga melakukan serentetan kegiatan sosial memerangi kriminalitas di kalangan masyarakat. Seperti apa?

FAIZ URHANUL HILAL, Pekalongan

BERMULA dari obrolan ringan saat berkumpul di salah satu sudut Lapangan Mataram Kota Pekalongan, empat pemuda yang sama-sama menggandrungi otomotif dan penunggang Scorpio mencetuskan hal besar yang lebih bermanfaat untuk masyarakat. Adalah Club Motor Scorpio Owner Pekalongan (SCROP).

“Ini bukan kelompok hura-hura, sebagaimana kesan yang melekat di club motor selama ini. Kami ingin sesuatu yang lebih bermanfaat untuk masyarakat,” ungkap Dian Purnama S, salah satu pencetus SCROP kepada Radar Semarang.

Sebelum ide tersebut muncul, pihaknya sudah sharing duluan dengan club motor Scorpio Pemalang, SCRAP. “Kami main ke club SCRAP Pemalang, di sana tukar informasi. Kemudian disarankan berdirinya club motor Scorpio di Kota Pekalongan. Saat itu, di Pekalongan belum ada,” kata pemuda yang intim disapa Popo yang beralamat Jalan Karet nomor 698 Binagria Pekalongan itu.

Hasil rembugan empat pemuda itulah, nama SCROP lahir pada 20 Oktober 2012. Popo, yang merupakan ketua SCROP mengungkapkan bahwa sejak berdirinya club motor tersebut telah dilakukan kegiatan setiap malam Minggu dengan nama Kopdar (Kopi Darat). Lokasinya di depan Gedung DPRD Kota Pekalongan.

Pemuda yang mengaku sudah tertarik sepeda motor Scorpio sejak duduk di bangku SD tersebut menceritakan bahwa kesolidan club dimulai dari awal perekrutan anggota. Mulai on the spot kepada orang yang mengendarai Scorpio, kemudian diajak ngobrol dan berkumpul, hingga beberapa tahap untuk menjadi anggota resmi.

Tahap pertama yakni perkenalan antara dua hingga tiga bulan. Syarat utama, pastinya punya sepeda motor Scorpio, SIM C, sehat jasmani dan rohani serta tidak terlibat tindak kriminalitas. “Setelah itu, dapat sticker Ca’ang (calon anggota). Baru kemudian dilihat keaktifannya di SCROP sendiri. Masih ada tahap lagi, yakni calon anggota harus mengikuti touring minimal tiga kota di tiga provinsi berbeda,” ujar pemuda kelahiran Pekalongan 19 Maret 1992 ini.

Setelah terpenuhi syarat awal tersebut, imbuhnya, calon anggota baru bisa ikut pelantikan. Setelah itu mendapat nomor registrasi sebagai anggota tetap. Nomor rergistrasi tersebut ditempelkan di punggung jaket/rompi. Selain itu, ada nomor identitas di motor (peneng) serta mendapatkan seragam.

“Kami ingin, loyalitas, punya jiwa care dalam memiliki nama clubnya sendiri. Penarikan anggota, gelombang pertama ada 9 orang. Dan setelah masuk, kemudian terbukti melakukan tindakan kriminalitas, langsung di-blacklist dari club Scorpio seluruh Indonesia,” jelasnya.

Seiring berjalannya waktu, kini kegiatan SCROP mulai menampakkan hasilnya. Dari sharing seputar otomotif, kegiatan sosial, mencegah kriminalitas hingga membubarkan aksi balap liar. Club motor yang resmi terdaftar di kepolisian, Pemkot Pekalongan dan KONI Kota Pekalongan. “Lebaran kemarin, kami ikut nge-PAM di jalan, membantu polisi dan kami dikasih jadwal untuk mengatur arus lalu lintas, mudik dan balik Lebaran,” jelas Popo.

Selain itu, kegiatan baksi sosial juga dilakukan, seperti membagikan takjil puasa termasuk juga ketika Kota Pekalongan dilanda banjir 2013. Saat banjir, SCROP mendirikan posko bantuan dan mendistribusikan bantuan di lima kelurahan di antaranya di Kelurahan Tegaldowo, Pabean dan Panjangwetan. Termasuk posko bencana Banjarnegara yang berlokasi di monumen Kota Pekalongan selama tiga hari tiga malam.

Terkait tindak kriminalitas yang dilakukan oleh geng motor, Popo menegaskan, SCROP bersama 30 club motor lain melakukan patroli di wilayah Kota Pekalongan. Salah satu club motor pendukung program pelopor keselamatan berlalulintas Polda Jateng tersebut juga kerap membubarkan aksi balap liar. “Kami bersama club lain, beberapa kali membubarkan drug liar,” tegasnya.

Di tubuh SCROP sendiri, tuturnya, selalu dibina keakraban dengan bersilaturrahmi ke rumah salah satu anggota sebulan sekali secara bergantian. Solidaritas yang mendarah daging bukan hanya berlaku untuk sesama anggota club, melainkan semua anggota komunitas atau club motor di seluruh Indonesia atau dunia.

“Pernah saat itu pukul 02.30 dinihari, kami jemput anggota club Scorpio lain dari Jakarta yang mengalami trouble di Gringsing. Saat mudik lebaran pas Jembatan Comal, Pemalang rusak, kami antar jemput anggota club lain non Scorpio yang mudik. Sehari lebih dari 10 orang selama 10 hari berturut-turut,” paparnya.

SCROP pernah beranggotakan hingga 30 orang. Namun sebanyak 50 persen anggota terpaksa dikeluarkan karena persoalan internal. Sekarang anggota resmi SCROP ada 11 orang dan ca’ang lima orang. “Rencana kegiatan ke depan, kami akan mengadakan kegiatan gabungan, memutar kota, antisipasi kejahatan malam. Tentu diketahui kepolisian. Karena belakangan ini ada informasi tentang begal beraksi di 12 lokasi rawan di Pekalongan,” ungkap Popo.

SCROP juga berada di bawah naungan FKPO P (Forum Kemitraan Polisi dan Otomotif Pekalongan) yang diketuai Agus Riyanto dengan 25 club motor dan 12 club mobil di Pekalongan.

“Kami sudah mempunyai sponsor resmi dari perusahaan di Indonesia. Sehingga setiap ada acara, di-backup penuh oleh sponsor,” imbuh Popo yang juga pemilik bengkel dan variasi Purnama Motor, Jalan perintis Kemerdekaan Ruko Perintis Kota Pekalongan sekaligus base camp SCROP. (*/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.