Longsor, Dua Rumah Rusak

384
BAHAYA : Rumah warga di Desa Gunungsari Kecamatan Windusari rusak akibat tertimpa tebing yang longsor kemarin malam. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
BAHAYA : Rumah warga di Desa Gunungsari Kecamatan Windusari rusak akibat tertimpa tebing yang longsor kemarin malam. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
BAHAYA : Rumah warga di Desa Gunungsari Kecamatan Windusari rusak akibat tertimpa tebing yang longsor kemarin malam. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID– Bencana tanah longsor masih terjadi di Kabupaten Magelang. Selasa (3/3) malam, dua rumah di Desa Gunungsari Kecamatan Windusari terkena reruntuhan tanah dari tebing yang ambrol. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Menurut informasi yang dihimpun koran ini, tanah longsor terjadi sekitar pukul 22.00. Sebelumnya, selama setengah hari wilayah lereng Sumbing itu diguyur hujan deras. “Catatan kami ada enam titik longsor di antaranya mengenai dua rumah warga dan memutus jalan desa,” kata Kepala Desa Gunungsari, Kecamatan Windusari Suwadi, Rabu (4/3).

Dua rumah yang rusak tersebut milik Sukoyo, 60, dan satu lainnya sebuah rumah yang difungsikan sebagai gudang. “Dua rumah yang terkena langsung tanah longsor kondisinya jebol dan roboh. Paling parah, rumah milik Sukoyo, dindingnya jebol,” ujar dia.

Rumah Sukoyo berada persis di bawah tebing setinggi sekitar 20 meter. Dua dinding kamar yang dihuni enam jiwa ini jebol. Sementara, satu rumah lagi yang roboh merupakan tempat penyimpanan tembakau. Akibat peristiwa ini, kerugian diperkirakan mencapai Rp 150 juta.

“Dua rumah berdampak langsung, sementara rumah warga lain dalam kondisi menggantung. Karena memang, rumah di sini rata-rata bangunannya terlalu mojok ke senderan,” jelasnya.

Di Desa Gunungsari, Kecamatan Windusari terbagi menjadi enam Dusun. Yakni Dusun Gugu I, Gugu II, Gunungsari, Manggal, dan Mbelang. Adapun jumlah penduduk di Desa tersebut sebanyak 2.209 jiwa. Mereka bertempat tinggal di 534 rumah. “Dari jumlah itu, mayoritas rumah mereka berada di atas tebing. Bahkan dari seluruh rumah yang ada, 60 persen rumah dibangun di daerah rawan tanah longsor,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Windusari Syiha Bidin menjelaskan, selain di Desa Gunungsari, tanah longsor juga terjadi di Desa Ngemplak dan Genito yang masing-masing terdapat satu titik tanah longsor. Dari pengamatannya, tanah longsor paling parah ada di Desa Gunungsari.

“Setelah diketahui ada tanah longsor, warga langsung dibantu satu peleton dari Polres dan satu peleton dari TNI. Sekitar 200 warga juga dibantu relawan untuk proses pembersihan,” jelasnya.

Di Kecamatan Windusari secara keseluruhan ada sembilan desa yang kondisinya rawan tanah longsor. Desa itu diantaranya Ngemplak, Dampit, Gunungsari, Girimulyo, Tanjungsari, Pasangsari, Wonoroto, Genito, dan Candisari. Mayoritas pemukiman warga di sembilan desa itu berdiri di tanah yang miring. “Kecamatan Windusari memang kontur tanahnya miring dengan tingkat kemiringan bervariasi,” jelasnya.

Dikatakan bahwa total warga di Kecamatan Windusari ada 50.053 jiwa. Hampir separo dari jumlah itu, warganya tinggal di daerah rawan bencana tanah longsor. Pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi terhadap Linmas di desa-desa untuk siaga bencana.

“Jika terjadi bencana alam, mereka langsung melakukan kerja bakti. Jika hanya bencana kecil nantinya ditangani sendiri. Namun jika skala besar, kami minta bantuan ke BPBD,” kata dia. (vie/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.