Penyidikan Lamban, Diduga ‘Dimainkan’

345
Bambang Widiyanto. (Ist)
Bambang Widiyanto. (Ist)
Bambang Widiyanto. (Ist)

PLEBURAN – Penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan aplikasi software inti perbankan Core Banking System (CBS) Bank Jateng 2006 dengan tersangka Direktur Operasional Bank Jateng, Bambang Widiyanto, patut dipertanyakan. Sebab, sejak ditetapkan sebagai tersangka awal Januari 2014 lalu, hingga kini tak jelas progress-nya. Padahal seorang tersangka lain, yakni Susanto Wedi, mantan Pimpinan Cabang Utama Bank Jateng, telah disidang dan divonis 16 bulan penjara.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jateng, Johnny Manurung, saat ditanya perkembangan penanganan kasus dugaan korupsi Bambang Widiyanto, mengaku belum mendapat laporan dari penyidik.

“Kasus Bank Jateng. Saya belum lihat. Coba nanti kita telusuri segera, saya masih sebulan di sini, dan banyak tugas ke lapangan,” kilah Johny kepada Radar Semarang, Selasa (3/3).

Johny mengaku, tak mengetahui persis perkembangan kasusnya. Namun pihaknya menegaskan kalau penyidikan kasus tersebut belum selesai. “Belum selesai sepertinya,” katanya singkat.

Lambannya penanganan tersangka Bambang Widiyanto oleh Kejati Jateng ini menimbulkan kecurigaan. Diduga, kasus Bambang ini ‘dimainkan.’ Sebab, jangankan kasusnya disidangkan, dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor pun belum.

Berbeda dengan penanganan tersangka Susanto Wedi yang relatif lebih cepat. Bahkan, mantan Pimpinan Cabang Utama Bank Jateng itu sudah divonis 16 bulan penjara.

Status tersangka Bambang sendiri sebelumnya sempat dibantarkan akibat sakit pada Juni 2014, dan sudah dicabut setelah sehat. Namun hingga kini, Bambang yang tidak ditahan, diketahui masih bekerja.

Tersangka Bambang dijerat pasal 2 jo pasal 18 UU Nomor 31/ 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20/2001 tentang pemberantasan korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Seperti diketahui, kasus dugaan korupsi ini terjadi pada 2005 saat Bank Jateng mengadakan aplikasi sofware CBS dengan range pagu Rp 35 miliar -Rp 72 miliar. Dengan sistem lelang umum, PT SCC akhirnya dinyatakan sebagai pemenang. Kemenangan PT SCC diduga setelah melakukan rekayasa harga penawaran dan dokumen.

Pada pelaksanaannya, terdapat 4 masalah core banking syariah, dan 253 item spesifikasi teknis yang tidak sesuai. Bahkan belakangan sistem CBS dari PT SCC di mesin IBM diketahui bermasalah. Kondisi itu menjadikan PT Bank Jateng terpaksa membeli mesin baru sebesar Rp 35 miliar.

Kasus korupsi pengadaan aplikasi CBS senilai Rp 33 miliar ini menyeret Susanto Wedi, mantan Pimpinan Cabang Utama Bank Jateng, dan Bambang Widiyanto, Direktur Operasional Bank Jateng sebagai tersangka. Susanto Wedi sendiri sudah diganjar 16 bulan penjara. Praktik korupsi itu diduga dilakukan bersama PT Sigma Citra Caraka (SCC) selaku rekanan pengadaan. (mg21/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.