Tujuh Pemakai Narkoba Dibekuk

429
TERTUNDUK MALU: Tujuh tersangka pemakai sabu dan ganja saat digelandang petugas kemarin. (kanan) Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono menunjukkan barang bukti. (FOTO-FOTO : ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
TERTUNDUK MALU: Tujuh tersangka pemakai sabu dan ganja saat digelandang petugas kemarin. (kanan) Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono menunjukkan barang bukti. (FOTO-FOTO : ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
TERTUNDUK MALU: Tujuh tersangka pemakai sabu dan ganja saat digelandang petugas kemarin. (kanan) Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono menunjukkan barang bukti. (FOTO-FOTO : ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
TERTUNDUK MALU: Tujuh tersangka pemakai sabu dan ganja saat digelandang petugas kemarin. (kanan) Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono menunjukkan barang bukti. (FOTO-FOTO : ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
TERTUNDUK MALU: Tujuh tersangka pemakai sabu dan ganja saat digelandang petugas kemarin. (kanan) Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono menunjukkan barang bukti. (FOTO-FOTO : ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

BARUSARI – Tujuh pemakai narkoba jenis sabu-sabu dan ganja dibekuk aparat Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Semarang di tempat berbeda. Mereka adalah Taufan, 31, warga Jalan Taman Kelud Selatan, Semarang dan Agus A, 38, warga Sampangan, Gajahmungkur, Semarang. Keduanya dibekuk saat pesta narkoba di kos Paviliun, Jalan Kanguru, Semarang Sabtu (28/2) sekitar pukul 02.00 lalu.

Lima tersangka lainnya ditangkap terpisah. Tiga tersangka di antaranya dibekuk di depan Indomaret Jalan Pemuda selang beberapa jam setelah penangkapan Taufan dan Agus, tepatnya pukul 21.00. Mereka adalah Oei Kian Seng alias Iwan, 39, warga Jalan Kranggan Dalam Semarang; Ninja, 29, warga Jalan Revolusi 2 Samarinda, dan Nur, 26, warga Singosari Timur, Semarang. Ketiganya dibekuk saat pesta sabu dan ganja, dengan barang bukti paket sabu seberat 0,3 gram, ganja 3 gram, dan dua handphone BlackBerry.

Dua tersangka lainnya ditangkap Rabu (4/3) sekitar pukul 17.00 di rumah kos Jalan Purwomukti Barat III RT 05 RW 01, Kelurahan Pedurungan Lor, Kecamatan Pedurungan. Keduanya, Agus I ,35, warga Jalan Tegalsari, Candisari, Semarang, dan satu-satunya tersangka perempuan, Novita, 35, warga Ngablak, Kabupaten Magelang dengan barang bukti 2 gram sabu, satu alat isap, dan dua potong sedotan warna putih.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono, mengatakan, ketujuh tersangka merupakan pemakai narkoba jenis sabu dan ganja. Para tersangka kebanyakan memakai di tempat kos.

“Pakainya di tempat kos, tidak di tempat kerja. Barang didapat dari seseorang, masih kami kembangkan. Tujuh orang ini tidak semua berhubungan,” katanya didampingi Kasat Reserse Narkoba, AKBP Eko Hadi Prayitno.

Djihartono memaparkan, pihaknya terus melakukan upaya hukum dan pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba. Untuk pencegahan sudah dilakukan hampir ke semua elemen. “Di sekolah sudah semua tingkatan kami berikan pemahaman dan penyuluhan. Ke depan akan masuk ke instansi-instansi pemerintah,” ujarnya.

Novita, salah satu tersangka pemakai narkoba yang sehari-hari menjadi pemandu karaoke (PK) mengaku hanya memamakai sabu saat di tempat kos. “Pakainya hanya di kos-kosan, enggak di tempat kerja,” jawabnya singkat.

Sedangkan tersangka Taufan mengaku sangat menyesal saat ketahuan mengonsumsi sabu bersama seorang temannya. “Saya dirayu untuk konsumsi, katanya bisa bikin fly, sehingga saya beli setengah gram sabu,” aku pria yang sehari-hari bekerja di salon ini.

Dari tangan Taufan, petugas berhasil menyita satu paket sabu seberat 0,75 gram, pipet, dan sebuah handphone BlackBerry. Sabu tersebut dibeli seharga Rp 700 ribu oleh Laura –panggilan akrabnya–lantaran depresi setelah ditinggal pasangan sesama jenisnya. “Saya kemakan bujuk rayu teman karena depresi habis putus cinta,” ucap pria berperawakan kurus dengan rambut poni belah samping ini sambil menunduk.

Atas perbuatannya, para tersangka bakal dijerat pasal 112 ayat (1) jo pasal 114 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun, dan maksimal 15 tahun penjara.(den/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.