Buka Kembali Pendaftaran Panwaslu

304

SEMARANG – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jawa Tengah kembali membuka pendaftaran Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) untuk lima Kabupaten/Kota yang bakal menyelenggarakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada akhir 2015 mendatang. Sebelumnya, Bawaslu telah menetapkan 48 anggota Panwaslu dari 16 kabupaten/kota.

“Mengapa ada tambahan 5 kabupaten/kota, karena hasil revisi Undang-Undang No 1 tahun 2015 tentang Pilkada menyebutkan bahwa peserta pemilu adalah daerah yang akhir masa jabatan sampai akhir 2015 dan semester pertama 2016,” ungkap Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Jateng, Teguh Purnomo kepada Radar Semarang.

Teguh menjelaskan, lima daerah yang dimaksud adalah Kabupaten Pekalongan, Grobogan, Sragen, Demak, dan Pemalang. Sembari menunggu Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyiapkan tahapan dan hal teknis lainnya, Bawaslu membentuk panitia seleksi yang akan melaksanakan tes administratif, tes tertulis, wawancara, dan selanjutnya menyerahkan enam calon dari masing-masing daerah untuk menjalani fit and proper test oleh Bawaslu Jateng. “Dari enam calon tersebut nantinya akan dipilih tiga orang. Mereka akan dilantik bersamaan dengan 48 anggota Panwaslu lain yang telah terpilih,” imbuhnya.

Adapun syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi Panwaslu terpilih, lanjut Teguh adalah mereka yang berdomisi di wilayah kabupaten/kota setempat. Selain itu, minimal berusia 30 tahun dan memiliki ijazah tingkat strata satu (S1). “Calon Panwaslu juga bukan anggota atau pengurus parpol (partai politik) tertentu. Jika dulu pernah menjadi anggota parpol, minimal sudah tidak lagi menjabat selama lima tahun terakhir,” bebernya.

Teguh tidak menampik jika kemungkinan orang-orang lama juga akan ikut mendaftar. Namun ia menegaskan hal tersebut tidak menjadi jaminan. Menurutnya, ia telah memiliki data terkait integritas yang bersangkutan. “Jika memang bagus, Insya Allah bisa bergabung,” imbuhnya.

Disinggung meningkatnya anggaran lantaran pedoman penyelenggaraan pemilu yang berbeda, Teguh tidak membantahnya. Menurut dia, selain untuk pemberian honor hingga tingkat pengawas TPS, juga untuk melakukan pelatihan-pelatihan guna membekali kemampuan mereka di lapangan. “Jangan sampai kita kalah dalam hal-hal teknis,” katanya. (fai/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.