Curi Ikan, 2 Nahkoda Tersangka

342

TANJUNG EMAS – Dua nahkoda kapal ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda Jateng. Keduanya dituding melakukan aktivitas penangkapan ikan menggunakan kapal tanpa dilengkapi dokumen yang sah. Kedua tersangka adalah Muhsin, 43, warga Moro, Demak, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, yang merupakan nahkoda KM Mahera Jaya, dan H Mashar, nahkoda KMN Janur Kuning Dua.

Informasi yang dihimpun Radar Semarang menyebutkan, kedua nahkoda kapal tersebut telah diperiksa dan ditetapkan tersangka. Namun belum dilakukan penahanan. Keduanya ditangkap dalam operasi terpisah yang dilakukan dilakukan tim Ditpolair Polda Jateng.

Tersangka Muhsin diringkus Kamis (19/2) sekitar pukul 06.15 di Perairan Laut Jawa posisi 06’38’00”S – 110’27’35”T. Dia berlayar dari arah Demak menuju perairan utara, kemudian dihentikan oleh kapal patroli Kasuari – 4013. Aparat Polda Jateng mencurigai kapal tersebut. Setelah diperiksa, ternyata kapal itu tidak dilengkapi Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dan Surat Laik Operasi (SLO) Perikanan.

Sedangkan KM Janur Kuning yang dinahkodai H Mashar ditangkap oleh tim Polair Polda Jateng yang menumpang Kapal Patroli Jatayu 4010 pada Kamis (19/2) sekitar pukul 07.00 di Perairan Utara Jateng pada posisi 06’40’40” S – 110’28’50” T. Kapal itu setelah diperiksa tidak dilengkapi SPB dan SLO.

“Kami melakukan operasi rutin. Saat petugas kami patroli mendapati dua kapal tersebut. Setelah diperiksa, ternyata tidak dilengkapi dokumen sah,” kata Direktur Polair Polda Jateng, Kombes Pol Edison Sitorus, Kamis (5/3).

Dijelaskan, tersangka Muhsin akan dijerat pasal 98 UU RI Nomor 45/2009 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31/2004 tentang Perikanan. Sedangkan tersangka Mashar akan dijerat pasal 42 ayat 2 subsider pasal 98 undang-undang yang sama. “Dokumen yang digunakan sudah mati kurang lebih satu tahun. Tapi masih digunakan. Seharusnya diperpanjang,” ujar Edison.

Terpisah, Kabag Bin Opsnal Ditpolair Polda Jateng, AKBP Wawan Kurniawan, mengatakan, aktivitas yang dilakukan oleh kedua tersangka tersebut merupakan tindak pidana perikanan. Dua kapal itu memiliki sebanyak 48 anak buah kapal (ABK). Dia juga menjelaskan, dua tersangka belum ditahan. Namun ia memastikan proses hukum tetap berjalan. “Sejumlah barang bukti sudah kami sita. Baik kapal maupun dokumennya,” ungkapnya kepada wartawan.

Pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jateng untuk proses lebih lanjut. “Kami terus meningkatkan patroli rutin,” katanya. Sejauh ini, lanjutnya, Ditpolair Polda Jateng memiliki 24 kapal (termasuk polres-polres) untuk mengawasi wilayah perairan di Jateng. Mulai dari Kebumen, Cilacap, Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Jepara, Pati dan Rembang. (amu/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.