Di Kandang, Justru Gagal Maksimal

494
TAK LELUASA: Pergerakan pemain Sahabat Wisma Sehati dibayang-bayangi ‘big man’ Tomang Sakti Jakarta Jacklien Ibo, dalam laga IndiHome WNBL petang kemarin di GOR Sahabat Semarang. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
TAK LELUASA: Pergerakan pemain Sahabat Wisma Sehati dibayang-bayangi ‘big man’ Tomang Sakti Jakarta Jacklien Ibo, dalam laga IndiHome WNBL petang kemarin di GOR Sahabat Semarang. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
TAK LELUASA: Pergerakan pemain Sahabat Wisma Sehati dibayang-bayangi ‘big man’ Tomang Sakti Jakarta Jacklien Ibo, dalam laga IndiHome WNBL petang kemarin di GOR Sahabat Semarang. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Tampil sebagai tuan rumah tak membuat anak-anak Sahabat Wisma Sehati Semarang mampu tampil perkasa di Seri IV IndiHome Women’s National Basketball League (WNBL) Indonesia 2014-2015 di GOR Sahabat, Kamis (5/3). Pasukan Xaverius Wiwid itu harus takluk atas juara bertahan Tomang Sakti (Tomsak) Mighty Bees Jakarta 71-53 di kandang sendiri di hari pertama pelaksanaan liga basket wanita kasta tertinggi di Indonesia itu.

Kekalahan Sahabat itu menjadi kekalahan kedua mereka di kandang sendiri sepanjang sejarah pelaksanaan WNBL setelah di musim 2012-2013 lalu, Yuni Anggraeni dkk juga harus tunduk atas Tomsak di kandang sendiri.

Dengan hasil tersebut, kini head-to-head pertemuan kedua tim masih 1-1 setelah di ajang yang sama yaitu Seri I IndiHome WNBL di Jakarta 4-6 Desember 2014 lalu Sahabat berhasil menang 67-82 atas Tomsak.

Di laga petang kemarin, point guard Tomsak Agustin Elya Gradita Retong mencatat sejarah dengan mencetak triple double. Bermain dengan minute play 37 menit 10 detik, Rookie of The Year musim 2013-2014 itu mengemas 14 poin, 12 rebound dan 10 assist. Selain Dita (sapaan Agustin), Tomsak juga terbantu oleh Jacklien Ibo mengemas double-double (13 poin, 12 rebound). Disusul Fanny Kalumata mencetak 15 poin, Anne Inessa (12 poin), Wulan Ayuningrum (11 poin).

Tomsak memimpin jalannya pertandingan di kuarter pertama. Marina membawa Tomsak melengkapi keunggulan menjadi 17 poin (24-7) lewat 2 kali free throw. Namun di sisa 39 detik, free throw Taranira Widasari mengikis defisit skor menjadi 13-24. Saat buzzer berbunyi, Tomsak tetap memimpin dengan margin 11 poin (24-13). Anne Inessa paling rajin mencetak poin bagi Tomsak mengemas 8 poin.

Sahabat akhirnya bangkit di kuarter kedua. Sebanyak 15 poin ditambahkan Sahabat, dan hanya berbalas 7 poin saja dari Tomsak. Puncaknya, ketika selisih skor hanya terpaut 3 poin (28-31), saat Yuni Anggraeni mencetak 2-point jump shot di sisa 20 detik. Namun, Tomsak tetap memimpin 31-28 di akhir kuarter kedua. Yuni Anggraeni berjasa bagi Sahabat karena menyumbangkan 6 poin di kuarter ini.

Momentum kebangkitan Sahabat terjadi di kuarter ketiga. Nathasa Debby Christaline membuat kedudukan berbalik 35-34. Namun, Tomsak mencetak lebih banyak poin dengan 16 poin, sedangkan Sahabat hanya mampu menambahkan 15 poin saja. Di akhir kuarter, Tomsak tetap memimpin dengan skor 47-43. Sebanyak 7 poin dicetak Agustin Elya Gradita Retong untuk Tomsak di sepanjang kuarter ketiga.

Di kuarter keempat, perlawanan Sahabat berakhir. Tomsak terus memimpin jalannya pertandingan hingga buzzer berbunyi. Pertandingan berakhir untuk keunggulan Tomsak dengan margin 18 poin (71-53). “Anak-anak mudah kehilangan momentum terbaik mereka. Dan yang jelas kami harus memperbaiki diri karena masih ada dua pertandingan yaitu melawan Rajawali Bandung (7/3) dan Surabaya Fever (8/3) besok,” beber head coach Sahabat, Xaverius Wiwid. (bas/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.