Elpiji 3 Kg Tembus Rp 21 Ribu

324
SIDAK: Ketua Komisi B DPRD Demak, H Muntohar dan anggotanya Marwan sidak agen elpiji di Kalikondang, Kecamatan Demak Kota, kemarin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
SIDAK: Ketua Komisi B DPRD Demak, H Muntohar dan anggotanya Marwan sidak agen elpiji di Kalikondang, Kecamatan Demak Kota, kemarin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
SIDAK: Ketua Komisi B DPRD Demak, H Muntohar dan anggotanya Marwan sidak agen elpiji di Kalikondang, Kecamatan Demak Kota, kemarin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)

DEMAK – Kelangkaan elpiji yang berlangsung hingga kini menjadi perhatian Komisi B DPRD Demak. Untuk menemukan titik persoalan tersebut, kemarin Ketua Komisi B H Muntohar bersama anggotanya Marwan melakukan sidak ke sebuah agen elpiji 3 kg di wilayah Desa Kalikondang, Kecamatan Demak Kota. Hasilnya, agen meminta adanya tambahan elpiji agar tidak terjadi kelangkaan di masyarakat atau konsumen. Sebab, sejak harga elpiji naik, banyak konsumen yang bermigrasi atau berpindah dari elpiji 12 kg ke elpiji 3 kg.

“Kita ingin pastikan bahwa kelangkaan elpiji itu tidak akan terjadi lagi,”ujar Muntohar saat sidak di agen elpiji PT Kidung Agung yang berkantor di Kalikondang, kemarin.

Menurutnya, dalam beberapa hari terakhir, warga merasa resah karena elpiji di pasaran langka. Kalaupun ada, harga elpiji 3 kg bisa mencapai antara Rp 20 ribu hingga Rp 21 ribu. Padahal sesuai SK Gubernur yang baru, harga eceran tetap (HET) elpiji 3 kg dari Rp 12.750 per tabung menjadi Rp 14.250 per tabung. Harga itu dari agen ke pihak pangkalan. Sedangkan dari pangkalan untuk pengecer harganya Rp 15.500 per tabung. Namun di tingkat konsumen, harganya melambung hingga Rp 21 ribu per tabung.

“Kita khawatir ada pihak pangkalan yang nakal. Karena itu, kita minta agen mensurvei pangkalan. Kalau ada yang nakal harus ditindak tegas,”ungkap Muntohar yang juga Bendahara Fraksi Partai Gerindra ini.

Marwan, anggota Komisi B lainnya menambahkan, mestinya elpiji tidak boleh langka. Sebab, pasokan dari agen terbilang lancar. “Karena itu, kalau masih ada kelangkaan harus diusut tuntas,”kata Marwan, Sekretaris Fraksi Gerindra ini.
Rini Dwiyanti dari agen elpiji mengungkapkan, banyak pangkalan yang berkeluh kesah karena kekurangan elpiji. “Karena itu, kita minta tambah,”jelasnya.

Kekurangan elpiji itu, kata dia, diduga karena banyak konsumen yang bermigrasi ke elpiji 3 kg. Sebab, harga elpiji 12 kg kini melambung mencapai Rp 134 ribu per tabung. Dia menuturkan, pihaknya diberi delivery order (DO) 7 kali selama seminggu. Yakni, 3 hari pertama dapat 4 DO, dan berikutnya dapat 3 DO. Sekali DO dipasok 560 tabung elpiji 3 kg. Sedangkan pengirimannya ke pangkalan 2 ribu tabung setiap hari.
“Sekarang ini permintaan meningkat,”katanya.

Terkait dugaan adanya pangkalan yang nakal, pihaknya siap memberikan sanksi berupa tidak akan mengirim elpiji, maupun sanksi pemutusan hubungan. (hib/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.