Pakai Akik Boleh, Jangan Berlebihan

392

UNGARAN-Pamor batu akik terus melambung tinggi. Semua kalangan memburu dan memakai jenis batu mulia tersebut. Tidak hanya masyarakat biasa, artis, pejabat, anggota DPRD, bahkan polisi juga memakai akik. Di Kabupaten Semarang sendiri, diperkirakan banyak batu mulia yang tidak kalah bagus pamornya dengan batu-batu dari luar daerah.

Kapolres Semarang, AKBP Muslimin Ahmad mengatakan dirinya juga memakai akik jenis Bacan berwarna hijau. Kendati demikian, pihaknya tidak terlalu mengikuti tren batu akik. Bahkan, Kapolres sudah menggunakan akik sebelum ngetren seperti sekarang ini. “Katanya yang saya pakai ini jenis Bacan, sama dengan yang dipakai Pak SBY, tetapi persisnya saya tidak tahu,” kata Kapolres, Kamis (5/3) kemarin.

Kapolres berharap ngetrennya batu akik tidak sampai menganggu kinerja anggotanya. Menurut Kapolres, tidak ada aturan atau larangan menggunakan cincin batu akik. Namun anggotanya di jajaran Polres Semarang diharapkan tidak berlebihan dalam memakai akik.

“Memakai akik itu hak semua orang, sepanjang sesuai kepatutan, tidak masalah. Kalau hanya memakai satu, tidak masalah. Tapi kalau pakai tiga sekaligus, tentunya sangat mengganggu. Silakan saja pakai akik yang banyak, tapi pada saat tidak pakai seragam dinas,” tutur Kapolres.

Kasatreskrim Polres Semarang, AKP Herman Sophian juga terlihat memakai cincin akik berwarna putih. Herman menggunakan akik tersebut lantaran menyukai warnanya dan hanya sebagai perhiasan saja. “Saya tidak tahu persis apa namanya. Asal bentuknya bagus, saya pakai,” imbuh Herman.

Sedangkan Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Semarang, The Hok Hiong menggunakan akik untuk melestarikan budaya nenek moyang. Sebab sejak zaman dulu, batu akik telah dijadikan bahan perhiasan. The Hok mengaku sejak masa mudanya sudah menyukai perhiasan dari batu tersebut. Bahkan saat ini sudah banyak koleksi batu akiknya. Hanya saja, dia menggunakan akik tidak berlebihan.

“Saya punya akik berbentuk Yin Yang, ada yang ditengahnya bermotif pesawat terbang, itu semua asli batu mulia. Ya kalau pakai, seperlunya saja. Jangan terus lima jari dipasangi akik semua,” kata Hok Hiong.

Sementara itu Ketua Paguyuban Peduli Cagar Budaya Ratu Sima (PPCBRS) Kabupaten Semarang, Sutikno mengatakan bahwa di Kabupaten Semarang memiliki batu mulia yang tidak kalah dengan daerah lain di Jawa Tengah. Bahkan batu-batu mulia yang ada di Bumi Serasi ini tidak kalah bagus dengan Klawing Purbalingga. Sutikno lebih cenderung memperbanyak koleksi batu akik asli Bumi Serasi.

“Batu-batu akik koleksi saya ini juga asli dan didapat dari Kabupaten Semarang seperti di Ungaran Barat, Pringapus dan di beberapa tempat lainnya. Ada beberapa tipe yang tembus cahaya dan tidak. Atau biasa disebut daging batu atau batu hati. Tetapi batuan di sini cukup menarik dan motifnya luar biasa kalau digarap dengan baik,” kata Sutikno sembari menunjukan koleksi akiknya. (tyo/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.