Sakit, Sopir Dilarang Bawa Bus

378
CEK KESEHATAN : Polisi melakukan pembinaan dan pengecekan urine kepada para sopir bus, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
CEK KESEHATAN : Polisi melakukan pembinaan dan pengecekan urine kepada para sopir bus, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
CEK KESEHATAN : Polisi melakukan pembinaan dan pengecekan urine kepada para sopir bus, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID— Jajaran Satlantas Polres Magelang terus mengintensifkan pengecekan terhadap kelayakan kendaraan dan kesiapan sopir. Dalam kegiatan itu ditemukan sejumlah sopir yang tidak siap berkendara.

Hal itu terungkap dalam tes urine dan kesehatan yang digelar di sejumlah lokasi oleh Satlantas Polres Magelang. Diantaranya di Terminal Muntilan, pool bus, jembatan timbang dan beberapa agen bus pariwisata.

Meski tak menemukan penyalahgunaan narkoba, namun polisi menemukan sejumlah sopir yang tidak sehat namun masih memaksa mengendarai. ”Ada yang sakit flu, ada juga yang terkena tekanan darah tinggi,” kata Kasat Lantas Polres Magelang AKP CH Anwar, di sela-sela kegiatan, Kamis (5/3).

Kepada para sopir tersebut, petugas merekomendasikan untuk tidak beroperasi terlebih dahulu. ”Kami juga memberikan rekomendasi kepada penanggungjawab kendaraan tersebut untuk tidak menggunakan sopir yan sedang dalam kondisi tidak fit,” katanya.

Anwar menjelaskan di terminal Muntilan pihaknya memeriksa 70 sopir bus dan angkutan pedesaan. Adapun di pool bus Ramayana Satlantas Polres Magelang melakukan pembinaan terhadap 54 sopir.

Selain itu, polisi juga memeriksa kelaikan 9 bus di SMA Taruna Nusantara yang hendak melakukan perjalanan. Sebanyak 18 sopir dan kru bus juga ikut diperiksa kesehatannya. “Tes urine ini dimaksudkan untuk memastikan sopir dalam kondisi prima sebelum melakukan perjalanan,” jelas Anwar.

Anwar mengatakan pihaknya tengah gencar memeriksa kelaikan kendaraan angkutan umum dan kesehatan kru bus. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah kecelakaan menonjol di jalan raya.

Kanit Dikyasa Iptu M Ahdi menambahkan pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas dengan korban masal. Yakni mengecek kelengkapan angkutan umum, termasuk kotak P3K.

Polisi juga memeriksa kendaraan muatan barang di Jembatan Timbang Salam untuk memastikan kelayakannya. Pemeriksaan tersebut meliputi pemeriksaan kapasitas muatan dan kelaikan kendaraan. “Jangan sampai terjadi kecelakaan,” kata Ahdi. (vie/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.