Ajarkan Teknik Dasar Pertahanan Solid

484
BAGI PENGALAMAN: Para pemain dan pelatih NSH GMC, saat menggelar klining pelatihan di SMA Theresiana 1 Semarang, kemarin. (NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)
BAGI PENGALAMAN: Para pemain dan pelatih NSH GMC, saat menggelar klining pelatihan di SMA Theresiana 1 Semarang, kemarin. (NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)
BAGI PENGALAMAN: Para pemain dan pelatih NSH GMC, saat menggelar klining pelatihan di SMA Theresiana 1 Semarang, kemarin. (NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sebagai rangkaian Indihome National Basketball League (NBL) Indonesia seri ke-7 di Semarang, NSH GMC menyempatkan diri menggelar coaching clinic di SMA Theresiana 1 Semarang, kemarin. Asisten pelatih Agus Pamungkas Batbual didampingi tiga pebasket inti NSH GMC seperti Imanudin Huznuzan, Budi Margono dan Raylly Pratama berbagi teknik basket di antaranya untuk memperkuat pertahanan.

Para pebasket SMA Theresiana 1 tampak begitu antusias ketika tahu ada pelatih top mampir ke sekolah mereka. Meski pelatihan yang diberikan jauh lebih keras dari reguler, toh mereka tetap enjoy. Pasalnya, hampir semua materi yang diberikan tidak pernah mereka dapat di latihan-latihan harian. “Sebenarnya kami hanya memberikan teknik-teknik dasar defend saja. Bagaimana cara bertahan yang bagus. Seperti harus selalu mengulurkan tangan ke arah bola, slide, bagaimana cara intercept, hingga ball pressure,” kata Agus.

Pihaknya mengungkapkan, masih banyak anak-anak Thresiana yang kaku. Kaki-kaki masih berdiri tegak dan enggan bergerak agresif. Meski begitu, Agus juga melihat beberapa pebasket pria yang menyimpan talenta yang lur biasa. “Ada beberapa putra yang sudah terlihat bakatnya. Jika terus diasah, pasti akan jadi pemain profesional. Tinggal pemain sama orang tua mereka saja. Mau diteruskan atau tidak. Yang jelas, kami siap membantu. Memang, pebasket pelajar harus selalu komit menjalani pendidikan dan hobi,” paparnya.

Selain mengulas teknik-teknik dasar dalam bertahan, latihan ekslusif berduarasi satu setengah jam itu juga diisi dengan adu tanding. Mempraktekkan materi yang telah disampaikan dalam sebuah pertandingan.

Sementara itu, Veronica Yuliana mengaku senang bisa dilatih oleh pelatihnya pebasket profesional. Siswa kelas 1 SMA itu mengaku jadi kaya ilmu. Hampir semua teknik yang diajarkan belum pernah dia dapatkan. “Tambah wawasan karena sistem pelatihannya beda dari yang reguler. Yang jelas, kami jadi punya skill baru dalam bertahan,” cetusnya.

Senada, Nelson Vivas yang berpostur 134 cm mengaku jadi punya banyak cara untuk mencegat lawan. “Memang tubuh saya kecil dan pendek. Tapi berkat bimbingan dari Pak Agus, jadi tahu bagaimana saya harus membendung lawan yang punya postur tinggi besar,” tegasnya. (amh/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.