Belajar Manajemen Penanganan Bencana

383
Bupati Dachirin Said didampingi Wabup Harwanto dan Kepala BPBD Demak Anjar Gunadi menyerahkan cenderamata kepada utusan Pemprov Kaltim saat studi banding ke Demak. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
Bupati Dachirin Said didampingi Wabup Harwanto dan Kepala BPBD Demak Anjar Gunadi menyerahkan cenderamata kepada utusan Pemprov Kaltim saat studi banding ke Demak. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
Bupati Dachirin Said didampingi Wabup Harwanto dan Kepala BPBD Demak Anjar Gunadi menyerahkan cenderamata kepada utusan Pemprov Kaltim saat studi banding ke Demak. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)

DEMAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) melakukan studi banding penanganan bencana banjir di BPBD Demak. Mereka ingin mengetahui sejauhmana manajemen pengelolaan penanganan bencana yang dilakukan Pemkab Demak.

Mulai pra tanggap darurat hingga penanganan pasca bencana. Di Kaltim dan Kaltara sendiri bencana yang kerap melanda adalah banjir dan tanah longsor. Kabid Kedaruratan BPBD Demak, Mahfudz mengungkapkan, utusan dari Kaltim dan Kaltara tersebut tertarik ke BPBD Demak karena mampu melakukan penguatan terhadap kelembagaan relawan. Bahkan, BPBD juga telah membentuk desa siaga bencana.

Tercatat ada tiga desa siaga bencana di Demak. Yaitu, Desa Sidorejo dan Rejosari Kecamatan Karangawen serta Desa Jleper, Kecamatan Mijen. “Mereka kagum dengan adanya relawan bencana ini. Sebab, para relawan tersebut dengan sukarela tanpa dibayar tetap mau mengabdikan diri ikut membantu menangani bencana,”katanya.

Mahfudz menambahkan, di BPBD Demak terdapat 141 relawan yang terbagi dalam empat kelompok. Relawan Jaka Tingkir 1, Jaka Tingkir 2, Kalijaga 1 dan Kalijaga 2. Selain soal relawan, utusan dari Kaltim dan Kaltara juga ingin mengetahui solidnya koordinasi antara SKPD dan instansi terkait termasuk dengan TNI/Polri dalam penanganan tanggap darurat bencana atau mitigasi kesiapsiagaan bencana.

Kepala BPBD Demak Anjar Gunadi mengungkapkan, koordinasi yang baik dalam menangani bencana dapat mempercepat pemulihan dampak bencana tersebut. “BPBD Demak sudah banyak jam terbang dalam menangani bencana banjir. Para relawan pun sudah terlatih sehingga selalu sigap mengantisipasi bencana yang terjadi,”katanya.

Bupati Dachirin Said menambahkan, Demak merupakan wilayah yang berada di cekungan. Akibatnya, daerah ini kerap mendapatkan kiriman atau limpahan air daerah selatan, seperti Salatiga, Ungaran dan Grobogan. “Tapi, dengan adanya air kiriman ini bisa menjadi berkah. Sebab, Demak dapat menolong daerah sekitar sehingga tidak kebanjiran. Banjirnya justru di Demak,”jelasnya sembari guyonan.(hib/fth)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.