Desak Kasus Pemalakan Nelayan segera Diusut

349

SEMARANG – Penangkapan 18 kapal nelayan Jateng saat mencari ikan di perairan Masalembo, Madura Jatim membuat kalangan DPRD Jateng angkat bicara. Dewan menilai, penangkapan itu melanggar hukum. Apalagi, para penangkap sempat menyandera kapal dan nelayan dan meminta tebusan.

“Jelas ini sudah masuk pelanggaran hukum. Karena mereka ditangkap kemudian dipalak agar bisa dibebaskan,” kata Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng, Yudhi Sancoyo, kemarin. Seperti diketahui 18 kapal nelayan dari Rembang dan Pati ditangkap Aliansi Masyarakat Nelayan Masalembo, Madura, Jatim Desember 2014. Padahal, kapal nelayan Jateng ini berada di posisi 17 mil laut.

Nelayan Jateng bahkan sempat diintimidasi oleh nelayan Madura karena dinilai telah merusak rumpon. “Yang ironis, nelayan kita diminta membayar Rp 50 juta per kapal. Meski sempat terjadi negosisasi, akhirnya nelayan dilepas setelah membayar denda. Ini kan sudah masuk pemalakan di laut,” imbuhnya.

Politisi Golkar ini sangat menyayangkan adanya insiden pemalakan tersebut. Sebagai langkah lanjutan, dewan menyurati DPRD Jawa Timur. Dalam surat itu dewan meminta agar DPRD Jatim menindaklanjuti aksi pemalakan yang dilakukan sejumlah warga Madura. “Kami sudah mengirim surat ke dewan Jatim. Ini sebagai bentuk koordinasi kami sesama wakil rakyat,” tambahnya.

Ia berharap agar dewan di Jatim bisa bergerak cepat dan berkoordinasi dengan pelaku yang memalak nelayan Jateng. Menurutnya persoalan itu sudah sangat serius dan harus menjadi perhatian bersama. Agar ke depan persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik. Dan nantinya tidak ada kejadian pemalakan serupa yang dialami nelayan lain.

Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jateng, Ahmad Joelami menyayangkan insiden pemalakan tersebut. Pihaknya mengaku sudah melaporkan ke Bareskim Mabes Polri terkiat dengan pemalakan 18 kapal nelayan Jateng yaitu 15 kapal dari Rembang dan 3 kapal dari Pati. “Pemalakan ini jangan sampat terjadi. Karena nelayan itu kan sudah melaut dan tidak melebihi batas teritorial. Kami juga satngat menyesalkan kejadian ini,” katanya. (fth/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.