Dikepung, Rampok Gorok Leher PRT

3035
BABAK BELUR: Tersangka Asep Bahrudin saat diamankan di Mapolsek Pedurungan. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
BABAK BELUR: Tersangka Asep Bahrudin saat diamankan di Mapolsek Pedurungan. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
BABAK BELUR: Tersangka Asep Bahrudin saat diamankan di Mapolsek Pedurungan. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
LUKA PARAH: Korban Yuli Indah Sari dirawat intensif di RS Bhayangkara Semarang. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
LUKA PARAH: Korban Yuli Indah Sari dirawat intensif di RS Bhayangkara Semarang. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

TLOGOMULYO– Aksi perampokan dramatis terjadi di Kota Semarang. Kali ini, terjadi di rumah Hartono kompleks Perumahan BPD II/52, Jalan Wolter Monginsidi, Tlogomulyo, Pedurungan, Semarang, Jumat (6/3) pagi. Pelaku yang dikepung warga sempat menyekap seorang pembantu rumah tangga (PRT) korban, Yuli Indah Sari, 19, warga Blora. Tak hanya itu, pelaku nekat menggorok leher Yuli dengan golok pemotong daging. Akibatnya, korban menderita luka parah sepanjang 12 sentimeter di bagian lehernya. Beruntung korban berhasil diselamatkan dengan dilarikan ke ICU RS Bhayangkara Semarang.

Perampok yang sempat dikepung akhirnya berhasil diringkus warga. Pelaku diketahui bernama Asep Bahrudin, 35, warga Mranggen Demak. Ia sempat menjadi bulan-bulanan massa hingga babak belur. Beruntung, nyawa pelaku berhasil diselamatkan petugas Polsek Pedurungan yang tiba di lokasi kejadian tepat waktu.

Informasi yang dihimpun Radar Semarang menyebutkan, Asep masuk rumah korban sekitar pukul 05.00. Ia masuk rumah dengan mencongkel pintu menggunakan senjata tajam. Asep lalu bersembunyi di bangunan atas garasi di rumah korban.

“Hampir lima jam, saya berada di tempat persembunyian tersebut,” kata Asep saat diinterogasi di Mapolsek Pedurungan.

Hingga sekitar pukul 08.30, Asep mengaku mendengar suara mesin mobil dinyalakan. Ia mengira pemilik rumah telah keluar. Ia pun memutuskan keluar dari persembunyian untuk menuju ke dalam rumah korban.

Namun apes, aksi Asep dipergoki pembantu rumah tangga korban, Yuli, yang saat itu keluar dari kamarnya di bagian belakang. Spontan, Yuli berteriak ketakutan. Teriakan tersebut membuat Asep panik. Pelaku langsung menyergap Yuli, dan membungkamnya menggunakan bantal di dalam kamar. Namun Yuli terus meronta-ronta dan melakukan perlawanan. Tersangka pun nekat menyayat leher korban menggunakan pisau dapur.

“Saya panik, lalu korban saya bekap menggunakan bantal. Tapi masih teriak-teriak, lalu saya gorok lehernya pakai golok,” kata Asep.

Teriakan Yuli didengar anak majikannya, Anindya, 22, yang kemudian bergegas menuju ke kamar pembantu tersebut. Tersangka sembari membawa senjata tajam mengancam Anindya dengan mengacungkan senjata tajam. Ia sempat mengejar Anindya yang berusaha menyelamatkan diri dengan berlari keluar rumah sembari berteriak minta tolong.

Teriakan saksi Anindya direspon warga sekitar untuk menyambangi rumah tersebut. Tersangka yang masih berada di dalam rumah dikepung warga, sebelum akhirnya diringkus saat berusaha kabur dengan cara memanjat tembok setinggi 2 meter di depan rumah korban.

Begitu tertangkap, pelaku langsung menjadi bulan-bulan warga yang geram. Beruntung petugas Polsek Pedurungan datang tepat waktu. Pelaku pun diamankan dari amukan massa. Hingga kemarin, kasus ini masih dalam penyelidikan. Sebab, keterangan saksi menyebut, pelaku beraksi bersama dua rekannya. Namun hal itu dibantah oleh Asep. “Saya melakukan sendirian,” ujar Asep.

Kapolsek Pedurungan Kompol Hendrawan Hasan mengatakan, pelaku masih dilakukan pemeriksaan intensif terkait percobaan perampokan tersebut. “Pelaku dimassa oleh warga, sebelum akhirnya kami tangkap dan dibawa ke mapolsek,” katanya.

Pihaknya mengaku masih mendalami kasus ini, apakah korban mengalami kerugian materi atau tidak. Akibat kejadian ini, seorang pembantu rumah tangga menjadi korban. “Masih dirawat di RS Bhayangkara,” ujarnya.

Dari tangan pelaku, petugas menyita sebilah golok pemotong daging, bantal berlumuran darah, dan kaos yang digunakan untuk menutup muka pelaku. “Barang bukti telah kami sita untuk proses hukum lebih lanjut,” imbuh kapolsek.

Sementara saksi Anindya mengatakan, korban Yuli Indah Sari mengalami luka parah akibat sayatan golok pemotong daging. “Menderita luka sobek di bagian leher, sepanjang 12 sentimeter. Sudah dilakukan operasi. Sekarang masih pemulihan,” ujarnya.

Yuli sendiri adalah pembantu rumah tangga yang saat ini berstatus sebagai siswi kelas XII di sebuah SMA program paket di Kota Semarang, dan dibiayai oleh majikannya. “Semoga lekas sembuh, dan dia (Yuli) bisa mengikuti ujian,” harap Anindya. (amu/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.