Korban Banjir Dapat Santunan Rp 4 Juta

443
KARYA BAKTI: 25 Personel TNI Koramil 11 Kaliwungu, 12 Personel Kepolisian Polsek Kaliwungu dan Ratusan Warga membersihkan Jalan dari lumpur sisa-sia banjir bandang. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
KARYA BAKTI: 25 Personel TNI Koramil 11 Kaliwungu, 12 Personel Kepolisian Polsek Kaliwungu dan Ratusan Warga membersihkan Jalan dari lumpur sisa-sia banjir bandang. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
KARYA BAKTI: 25 Personel TNI Koramil 11 Kaliwungu, 12 Personel Kepolisian Polsek Kaliwungu dan Ratusan Warga membersihkan Jalan dari lumpur sisa-sia banjir bandang. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal mencatat sedikitnya ada 14 rumah warga mengalami kerusakan parah akibat diterjang banjir bandang, Rabu (6/3)lalu. 14 rumah mulai ditaksir kerugiannya untuk mendapatkan dana bantuan rehabilitasi dari Pemkab Kendal sebesar Rp 4 juta. Yakni 10 rumah di Desa Protomulyo dan satu ruma di Desa Sido Makmur Kecamatan Kaliwungu Selatan. Selain itu dua rumah di Kecamatan Kaliwungu yakni di Desa Kutoharjo dan Plantaran. Satu lainnya ada Ngampel Kulon, Kecamatan Ngampel.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kendal, Slamet mengatakan, semua korban bencana banjir bandang yang rumahnya mengalami kerusakan akan mendapatkan dana bantuan rehabilitasi. Namun besarannya disesuaikan dengan nilai taksiran rumah yang sudah rusak.

Dana bantuan didasarkan pada Peraturan Bupati (Perbup) nomor 5 tahun 2012 tentang pemberian bantuan korban bencana alam. “Untuk kerusakan sesuai Perbup maksimal yang diberikan kepada korban sebesar Rp 4 juta,” katanya, Jumat (6/3).

Bantuan diberikan setelah ada nilai taksiran kerusakan bangunan yang dilakukan oleh tim Badan Permusyawaratan Desa (BPD) ada aparat desa setempat diketahui kepala Desa. Selanjutnya nilai taksiran akan diberikan kepada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD). “Baru setelah di acc, dana akan disalurkan melalui BPBD,” imbuhnya.

Banjir bandang selain mengakibatkan 14 rumah rusak, juga mengakibatkan dua pohon besar tumbang yakni di Kutoharjo, Kaliwungu dan Gempolsewu Rowosari. Kedua pohon roboh namun tidak sampai memakan korban. “Semua sudah kami lalukan evakuasi langsung paska kejadian,” tambahnya.

Sementara, paska bencana banjir yang menerjang tiga desa di Kecamatan Kaliwungu dan Desa Protomulyo Kecamatan Kaliwungu Selatan, seluruh personel TNI dari Koramil Kaliwungu dikerahkan untuk membersihkan jalan. Sedikitnya sepanjang 700 meter dengan lebar tiga meter aparat TNI bersama warga membersihkan sisa reruntuhan akibat banjir.

Terutama membersihkan lumpur dari jalan-jalan, karena membahayakan para pengguna jalan. Ketebalan lumpur yang berada dijalan mencapai 20 cm. Kondisi itu tentunya membuat warga kesulitan melewati jalan tersebut. “Ada 25 personel TNI dan 12 Polisi dari Polsek dan ratusan warga membersihkan jalan. Ini penting, karena paska banjir bandang yang menerjang tiga desa, ternyata di Desa Protomulyo sisa banjir yang membawa lumpur menimbun jalan kampung sehingga tidak bisa di lewati warga,” kata Danramil 11 Kaliwungu Kapten Inf Suaryanto mengatakan.

Kades Protomulyo Jumarno mengaku sangat berterima kasih dengan TNI dan Polri yang membantu warga melaksanakan kerja bakti tersebut. Dikatakan, kalau tidak ada TNI sebagai penggerak kerja bakti maka tidak ada yang kerja bakti karena warga sebenarnya kurang semangat saat melihat lumpur yang sangat tebal.

Camat Kaliwungu Bambang Giri Dwi Pragito mengatakan, pihaknya sudah melaporkan musibah itu ke Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal untuk mendapatkan bantuan bagi korban bencana. “Selain itu kami juga sudah meminta bantuan Dinas Bina Marga untuk mengangkut sampah yang dibersihkan bersama-sama,’’ jelasnya. (bud/fth)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.