Non Sertifikasi Tak Berhak Tuntut UMK

348

SEMARANG – Belakangan, para buruh kerap menggelar demo menuntut pemerintah menaikkan angka upah minimum kabupaten/kota (UMK). Memang sah-sah saja jika mereka ingin meningkatkan taraf hidup karena dihimpit kondisi perekonomian. Tapi agaknya ada salah kaprah di disini. Sejatinya, pekerja yang belum mengantongi sertifikasi tidak berhak menuntut upah UMK.

Hal itu dikatakan Bendahara Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP) Jateng Fiza Munabari. Menurutnya, UMK hanya diberikan bagi karyawan yang sudah dianggap ahli di bidang profesi masing-masing. Dengan kata lain, pemilik perusahaan bisa memberikan upah seenaknya kepada para karyawan yang belum mengikuti uji kompetensi.

“Hanya saja selama ini tidak banyak yang tahu soal regulasi ini. Upah layak hanya diberikan kepada karyawan yang memang benar-benar layak di bidangnya. Itulah salah satu pentingnya sertifikasi profesi,” tegasnya.

Jika sudah disertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), karyawan tersebut baru punya hak untuk menuntut perusahaan di tempat mereka bekerja jika merasa belum mendapatkan upah layak. “Tidak menutup kemungkinan, para tenaga ahli digaji lebih dari nilai UMK,” imbuhnya.

Selain untuk menentukan UMK, manfaat kompetensi lain akan sangat terasa saat era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mendatang. Yang jelas, jika Indonesia punya seabrek tenaga ahli, akan bisa menangkal tenaga asing yang coba mencari ladang rupiah di sini. “Lebih baik tenaga kerja kita yang tersebar di ASEAN daripada negara kita yang digeruduk lantaran kurangnya kompetensi,” tambahnya.

Mengenai 12 sektor prioritas perdagangan barang dan jasa, saat ini Indonesia hanya menguasa dua jenis saja. Yaitu otomotif dan produk-produk berbahan dasar kayu. Sementara Malaysia menguasai karet dan tekstil. Sektor-sektor lain seperti perkebunan, elektronik, perikanan, pelayanan kesehatan, tourism, dan logistik masih dipegang Myanmar, Thailand, Vietnam, dan Singapura. (amh/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.