Suporter BBC Boikot Pertandingan

1124
PROTES PANITIA : Kesal permintaan pembelian tiket lebih dini tidak dituruti panitia pelaksana, suporter Persip Pekalongan BBC melancarkan aksi demo di depan Stadion Kota Batik Pekalongan saat pertandingan berlangsung. (LUTFI HANAFI/RADAR SEMARANG)
PROTES PANITIA : Kesal permintaan pembelian tiket lebih dini tidak dituruti panitia pelaksana, suporter Persip Pekalongan BBC melancarkan aksi demo di depan Stadion Kota Batik Pekalongan saat pertandingan berlangsung. (LUTFI HANAFI/RADAR SEMARANG)
PROTES PANITIA : Kesal permintaan pembelian tiket lebih dini tidak dituruti panitia pelaksana, suporter Persip Pekalongan BBC melancarkan aksi demo di depan Stadion Kota Batik Pekalongan saat pertandingan berlangsung. (LUTFI HANAFI/RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Ssuporter Persip Pekalongan Brigata Batik City (BBC), memboikot pertandingan sepakbola Persip vs Persebaya di Stadion Kota Batik Pekalongan, Jumat sore (6/3) kemarin. Saat pertandingan berlangsung, ratusan anggota BBC yang identik dengan pakaian hitam tersebut hanya berteriak dan bernyanyi di depan stadion.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Semarang, mereka sengaja melakukan aksi protes terhadap panitia pelaksana (Panpel) pertandingan Persip vs Persebaya. Lantaran tidak membuka loket tiket jauh-jauh hari seperti yang mereka minta sebelumnya.

Menurut keterangan Panpel bagian tiket, Budi Agus Ariyanto, pihaknya tidak bisa menuruti permintaan tersebut, untuk mengantisipasi calo tiket dan pemalsuan tiket. “Kami sepakat tidak membuka loket lebih awal. Karena Panpel khawatir ada pemalsuan dan calo. Makanya kami hanya bisa buka loket mulai pukul 13.30 atau 2 jam sebelum kick off,” ucap dia.

Langkah tersebut, katanya, terpaksa dilakukan. Lantaran kerap mendapatkan teguran, sehingga membuatnya lebih ketat dalam menjual tiket. Meski begitu, pihaknya akan melakukan upaya diskusi lebih lanjut mengenai permasalahan dengan suporter tersebut. “Keinginannya seperti apa, kami akan memilih berdiskusi secara baik-baik, karena suporter lainnya juga mau bekerjasama,” ucapnya.

Bahkan, kata Panpel, atas kejadian tersebut suporter semula tetap berencana membeli tiket, namun tetap memboikot dan tidak masuk stadion. Karena itulah, pihak Panpel tidak mengizinkan membeli tiket.

Sementara itu, suporter yang memboikot, tidak mau dimintai keterangan oleh Radar Semarang. Saat beberapa media berusaha mewawancarai terkait aksinya, mereka saling lempar tanggung jawab dan menutup sebagian mukanya.

Terkait dengan menjaga ketertiban umum, puluhan personel aparat keamanan mendesak pendemo untuk menjauh dari pintu keluar. Sampai pertandingan berakhir, beberapa dari mereka masih menunggu di depan stadion. Namun kesigapan aparat membuat suasana kondusif sampai penonton bubar semua. (han/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.