Pemilihan 3 Ketua DPC Deadlock

322
Heru Sudjatmoko. (Ricky Fitriyanto/Radar Semarang)
Heru Sudjatmoko. (Ricky Fitriyanto/Radar Semarang)
Heru Sudjatmoko. (Ricky Fitriyanto/Radar Semarang)

SEMARANG – Konferensi cabang (Konfercab) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) se-Jateng yang berakhir Minggu (8/3) dini hari diwarnai deadlock pada pemilihan 3 Ketua DPC. Masing-masing tiga calon yang sudah direkomendasikan DPP tidak mampu mencapai kata sepakat untuk memilih Ketua DPC. Pemilihan Ketua DPC yang buntu terjadi untuk Kabupaten Magelang, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Karanganyar.

Untuk Kabupaten Magelang, sidang pemilihan Ketua DPC dihentikan pimpinan sidang dan akan dilanjutkan hari ini. Sedangkan dua daerah lainnya, yakni Sukoharjo dan Surakarta belum bisa mengikuti Konfercab serentak karena masih ada PAC yang belum menggelar Musancab. Artinya, dari 35 kabupaten/kota sudah terpilih 30 Ketua DPC PDIP se-Jateng.

Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko mengatakan, untuk yang deadlock di tingkat Konfercab, maka keputusan akhir ditarik DPP PDIP. Sehingga pemilihan Ketua DPC merupakan hak dari pengurus pusat. ”Karena sudah tidak ada kata sepakat dari tiga calon yang dapat rekomendasi, maka pemilihan Ketua DPC dipilih langsung pusat. Karena sudah tidak bisa dilakukan musyawarah,” katanya.

Heru menambahkan, untuk Kabupaten Sukoharjo sebenarnya seluruh PAC sudah menggelar Musancab. Tapi tidak bisa mengikuti Konfercab, karena calon ketua DPC sedang menjalankan ibadah umrah. Sementara untuk Surakarta, dari 5 PAC, masih ada dua yang belum rampung Musancab.

Meski keduanya menyusul, untuk teknis pelaksanaan bisa dilakukan sama dengan para DPC yang baru saja melaksanakan Konfercab. Kedua DPC tersebut diharapkan sudah menyelesaikan Konfercab sebelum 14 Maret lantaran Konferensi Daerah (Konferda) tingkat DPD baru bisa dilaksanakan jika Konfercab sudah selesai semua. ”Untuk yang deadlock harapannya minggu ini sudah rampung semua,” tambahnya.

Ketua Bidang Organisasi Kepartaian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Djarot Saiful Hidayat menambahkan, mekanisme konsolidasi dipilih sebagai upaya transisi menuju partai modern. Dalam memberikan rekomendasinya, DPP mengutamakan tiga aspek untuk memilih calon Ketua DPC yang berkompeten. ”Melalui mekanisme konsolidasi dengan SK (Surat Keputusan) 066/067, dari hasil itu disaring, mekanisme meliputi tiga aspek yakni tes tertulis, psikotes dan wawancara, dan track record. Diambil tiga terbaik lalu kembali ke Konfercab untuk dimufakatkan,” terang Wakil Gubernur DKI Jakarta itu. (fth/ric/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.