Razia, Batasi Ruang Gerak Begal Motor

524
RAZIA: Aparat Polres Kendal dari berbagai satuan bersama TNI dari Kodim 0715 Kendal melakukan operasi begal di Jalur Arteri Kaliwungu, malam kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
RAZIA: Aparat Polres Kendal dari berbagai satuan bersama TNI dari Kodim 0715 Kendal melakukan operasi begal di Jalur Arteri Kaliwungu, malam kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
RAZIA: Aparat Polres Kendal dari berbagai satuan bersama TNI dari Kodim 0715 Kendal melakukan operasi begal di Jalur Arteri Kaliwungu, malam kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL – Merebaknya pelaku begal motor di jalanan sepertinya menjadi perhatian khusus dari Polres Kendal. Polres terus menggelar operasi gabungan di titik-titik kerawanan utamanya batas kota di malam hari. Kapolres Kendal, AKBP Harryo Sugihhartono melalui Kabag Ops Kompol Widada mengatakan, operasi yang digelar saat malam hari dinilai lebih tepat. Sebab, rata-rata begal jalanan kerap beroperasi saat kondisi sedang sepi.

Seperti operasi yang dilakukan Polres Kendal dengan melibatkan aparat TNI dari Kodim 0715 Kendal. “Operasi begal ini dilakukan untuk memberikan rasa keamanan kepada masyarakat akan maraknya begal yang terjadi akhir-akhir ini,” kata Widada, kemarin.

Dalam operasi tersebut, ratusan kendaraan bermotor terjaring. Baik kendaraan roda dua mupun roda empat, seperti mobil pibadi, angkutan umum, truk trayek, mobil pickup dan sebagianya. Setiap kendaraan diperiksa isi dari bagasi mupun jok dan barang bawaan. “Ini untuk mengatisipasi adanya barang bawaan yang membahayakan. Seperti senjata tajam, senjata api atau barang haram yang diselundupkan seperti narkoba atau barang ilegal lainnya,” imbuhnya.

Belasan motor disita lantaran tidak memiliki surat tanda kepemilikan yang sah. Selain menyita kendaraan, polisi juga menyita barang bukti kelengkapan kendaraan yakni SIM dan STNK. “Motor yang kami tahan dapat diambil jika sang pemilik sudah bisa menunjukkan surat kepemilikan kendaraannya,” tambahnya.

Operasi dilakukan di dua titik, yakni di Weleri yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Batang dan di Kaliwungu yang berbatasan langsung dengan Kota Semarang. Dua titik tersebut menurutnya menjadi alternatif para begal atau perampas motor untuk membawa masuk dan melarikan hasil barang curiannya untuk dibawa keluar kota.

Kasatreskrim Polres Kendal, Iptu Fiernando Andriansyah mengatakan operasi ini akan terus dilaksanakan berlanjut sampai nanti dinyatakan kondisi sudah aman. Tidak hanya dilakukan di jalan-jalan perbatasan, tapi jalan-jalan jalur alternatif. “Sebab pencuri dan begal diduga kuat melewati jalur alaternatif ketimbang jalur ramai lalu lintas,” katanya. (bud/fth)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.