Sindir Emansipasi Wanita Modern

444
GEMULAI : Para penari Sanggar Greget saat membawakan tarian Bedhaya Ratu Gayatri, kemarin. (AJIE MH/RADAR SEMARANG)
GEMULAI : Para penari Sanggar Greget saat membawakan tarian Bedhaya Ratu Gayatri, kemarin. (AJIE MH/RADAR SEMARANG)
GEMULAI : Para penari Sanggar Greget saat membawakan tarian Bedhaya Ratu Gayatri, kemarin. (AJIE MH/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Memeriahkan Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret, Sanggar Greget menyuguhkan tarian bertajuk Bedhaya Ratu Gayatri. Sebuah rangkaian koreografi tari yang menggambarkan sikap hidup seorang perempuan di masa kini.

Dalam tarian tersebut, terbersit sifat-sifat feminim kaum hawa yang begitu santun, lemah gemulai, dan penurut. Tapi dibalik kekaleman tersebut, mereka tetap menuntut hak emansipasi. Memperjuangkan wanita sebagai manusia seutuhnya. Sang pencipta tarian, Yoyok Bambang Priyambodo mengungkapkan, Bedhaya Ratu Gayatri ini mengacu pada pakem-pakem wanita Jawa. “Dalam proses penciptaan, saya mencoba untuk tetap pada pakem yang memang sudah ada sejak lama. Namun, dalam koreografi tarinya sendiri saya menyusupkan nilai-nilai sekarang,” katanya di sela-sela pertunjukan Bedhaya Ratu Gayatri di Semarang Island, kemarin.

Salah satunya beberapa gerakan tegas dalam tari, yang melambangkan bahwa wanita masa kini juga harus bersikap tegas meski tidak kehilangan esensi sikapnya sebagai seorang perempuan.

Jika melihat pada konteks sekarang, para wanita memang memiliki hak yang tidak jauh beda dari pria. Tapi kalau kebablasan, hal tersebut malah akan menurunkan nilai moral mereka sebagai wanita, khususnya wanita Jawa.

Selain menyajikan Bedhaya Ratu Gayatri, gelaran itu juga sebagai ajang Ujian Tengah Semester Sanggar Greget Semarang. Ya, sebanyak 200 peserta yang dibagi dalam 11 tarian menjadi ajang seleksi Sanggar Greget untuk memilih bibit penari berkualitas.

“Acara ini memang secara rutin digelar untuk menjaring penari baru yang berkualitas. Dengan ujian semacam ini sejak dini, para penari atau murid sanggar akan mulai mengenal istilah kualitas dan mampu mengukur kualitas diri mereka ke depan,” ungkap ketua panitia Yasintha. Nantinya, mereka yang terpilih akan diajak untuk pentas di luar kota. “Setelah makin matang, baru kami ajak untuk pentas di luar negeri untuk menambah jam terbang,” pungkasnya. (amh/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.