Tambah Pasokan 16. 800 Tabung

360
TAMBAH PASOKAN : Seorang pelajar saat membeli gas elpiji 3 kilogram di Kota Demak. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
TAMBAH PASOKAN : Seorang pelajar saat membeli gas elpiji 3 kilogram di Kota Demak. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
TAMBAH PASOKAN : Seorang pelajar saat membeli gas elpiji 3 kilogram di Kota Demak. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)

DEMAK – Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Demak menambah pasokan elpiji 3 kilogram sebanyak 16.800 tabung. Langkah ini untuk mengantisipasi dampak lonjakan harga elpiji 12 kilogram. Setiap bulan biasanya dikirim 420 ribu tabung. Karena itu, kini ada tambahan 4 persen digunakan untuk penyisiran. Jika ada kekurangan dilapangan akan langsung dipasok ke lokasi titik-titik penyisiran tersebut.

Kepala Disperindagkop, Eko Pringgolaksito mengungkapkan, masyarakat tidak perlu panik terkait ketersediaan elpiji subsidi 3 kilogram tersebut. Sebab, kuota elpiji sangat cukup. “Kami harapkan, seluruh agen, pangkalan termasuk sopir truk distribusi agar menjaga harga sesuai harga ecera tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah,” katanya.

Seperti diketahui, sesuai SK Gubernur, HET elpiji 3 kilogram semula dari Rp 12.750 pertabung kini menjadi Rp 14.250 pertabung. Harga itu dari agen ke pihak pangkalan. Sedangkan, dari pangkalan untuk pengecer harganya Rp 15.500 pertabung. Dia menegaskan, bagi pangkalan yang berani menaikkan harga diatas HET akan ditindak tegas dan diberikan sanksi berat. Karenanya, setiap agen dan pangkalan setiap minggu laporan berapa tabung yang sudah dipasok ke masyarakat. “Laporan tersebut harus disertai bukti-bukti komplit. Kita kawal barang bersubsidi ini melalui pengawasan. Kalau ada tabung elpiji yang kurang bisa disampaikan. Toleransi tabung yang kurang isinya hanya 0,45 gram, ” imbuhnya.

Eko Pringgolaksito mengatakan, sekarang ini sudah ada sekitar 800 pangkalan di wilayah Demak. Meski demikian, dari 249 desa dan kelurahan, masih ada 64 desa yang belum ada pangkalan elpijinya. Diantaranya, di Desa Trimulyo, Sidoarjo dan Bumiharjo, Kecamatan Guntur. (hib/fth)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.