Pembuatan Paspor Gunakan KTP Palsu

579

SEMARANG – Tim Polda Jateng menemukan satu di antara enam warga Solo yang hilang di Turki, menggunakan KTP palsu dalam pembuatan paspor. Hal itu diketahui setelah tim intelijen menelusuri alamat yang tertera di KTP salah satu dari enam warga Solo yang hilang.

Diketahui, keenam warga Solo tersebut telah pindah tempat tinggal sejak 2008 silam. ”Mereka itu sekeluarga, sudah pindah (tempat tinggal) ke Sidoarjo sejak 2008,” ungkap Kepala Bidang Humas Polda Jateng, Kombes Pol Alloysius Liliek Darmanto, kepada wartawan, Senin (9/3).

Namun demikian, lanjut Liliek, meski sudah pindah tempat tinggal sejak lama, mereka belum mengurus surat pindah. ”Satu orang di antaranya, kemungkinan menggunakan KTP palsu,” ujarnya.

Hal itu terungkap berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh tim intelijen dari Intelkam Polda Jateng, bahwa satu orang hilang yang dimaksud bernama Ustman. Tertera di KTP Ustman yang digunakan beralamat di Jalan Kapten Mulyadi Surakarta.

Namun setelah tim intelijen melacak alamat tersebut, tidak pernah ada warga yang bernama Ustman. Diketahui, enam warga Solo yang hilang di Turki adalah Fauzi Umar, Hafid Umar, Soraiyah Cholid, Hamzah Hafid, Ustman Hafid dan balita bernama Atiqah Hafid.

Terpisah, Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Lilik Bambang Lestari membenarkan, keenam warga Solo yang hilang tersebut menggunakan paspor keluaran Kantor Imigrasi Surakarta. ”Iya, ada enam warga Solo. Ada enam paspor yang dikeluarkan Kantor Imigrasi Surakarta,” kata Lilik ditemui wartawan di kantor Kemenkumham Jateng, kemarin.

Namun pihaknya mengaku kesulitan untuk melakukan monitoring terkait kepentingan warga yang memiliki paspor tersebut. Mengenai dugaan pelanggaran dokumen, seperti visa, pihaknya menduga terjadi di negara tujuan. ”Kalau informasinya mereka pergi untuk kepentingan umrah,” katanya. Pihaknya mengaku masih berkoordinasi dengan intelijen dan pihak kepolisian untuk menelusuri hilangnya warga Solo yang diduga bergabung dengan ISIS tersebut.

Seperti diketahui sebelumnya, sebanyak 16 orang Warga Negara Indonesia (WNI) asal Solo dilaporkan hilang di Kota Istanbul, Turki. Mereka sebelumnya bergabung dengan rombongan wisata biro perjalanan Turkish Airlines TK 67.

16 WNI itu setibanya di Turki, kemudian memutuskan untuk berpisah dari rombongan dan menyatakan akan bergabung kembali pada 26 Februari 2015 di Kota Pamukkale. Namun mereka tidak diketahui kabarnya hingga sekarang.

Indikasi-indikasi miring serta dugaan-dugaan pun bermunculan. Dimungkinkan, mereka menyeberang perbatasan Suriah untuk bergabung dengan kelompok ISIS. Kemungkinan lain menyebut, mereka bekerja secara ilegal atau menjadi korban perdagangan manusia di negara tersebut. (amu/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.