Perlu Bekal Penanganan Kegawatdaruratan

1371
Foto dr Pipin Ardhianto, SpJP
Foto dr Pipin Ardhianto, SpJP
Foto dr Pipin Ardhianto, SpJP

KALIGAWE – Banyak orang salah paham mengenai gejala penyakit jantung koroner (PJK). Biasanya orang mengira remasan atau rasa tertekan hanya sekadar gangguan pencernaan. Bahkan yang lebih parah, banyak orang mengira rasa sakit di dada akan menghilang dengan sendirinya. Oleh karena itu, seorang tenaga medis perlu dibekali keterampilan dan penanganan kegawatdaruratan pasien PJK.

Hal tersebut dipaparkan dr Pipin Ardhianto, SpJP dalam seminar Diagnosis dan Tata Laksana SKA di ITH RSI Sultan Agung lantai II, Sabtu (7/3). SKA merupakan PJK yang progresif dan pada perjalanan penyakitnya sering terjadi perubahan secara tiba-tiba dari keadaan stabil menjadi tidak stabil.

Menurut dr Pipin, dalam kasus SKA, dokter berpacu dengan kerusakan otot jantung. Semakin cepat dokter menangani kasus SKA, kerusakan jantung dapat diminimalisasi atau dibatasi.
”Jadi SKA adalah keadaan darurat medis. Dikhawatirkan, bila seorang tenaga medis tidak memiliki pengetahuan tentang SKA akan terjadi penundaan yang bisa berujung pada kematian,” imbuhnya.

Mengingat saat ini paradigma pengobatan atau strategi terapi medis penderita SKA cepat berubah, pihaknya berharap, dokter memiliki pengetahuan dan strategi terapi medis ketika menjumpai pasien dengan SKA.

Perkembangan terkini tentang PJK kian mengkhawatirkan. Di tahun 2020, diyakini PJK menjadi pembunuh pertama tersering yakni sebesar 36 persen dari seluruh kematian di dunia. Angka ini dua kali lebih tinggi dari kematian akibat kanker.

Selain dr Pipin, bertindak sebagai narasumber adalah dr MA Sungkar, SpPD, KKV, SpJP yang memaparkan ”Diagnosis dan Tata Laksana SKA Tanpa Elevasi Segmen”.
Dr M. Arif Nugroho,SpJP, FIHA yang mengetengahkan tema Diagnosa Non Invasif SKA dan dr Ilhamuddin, SpJP dengan materi Diagnosis dan Tata Laksana SKA dengan Elevasi Segmen ST. (*/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.