Riswadi Kembali Pimpin DPC PDIP

512
(dok/rase)
(dok/rase)
(dok/rase)

KAJEN-Riswadi, akhirnya kembali terpilih sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Pekalongan untuk periode 2015-2020. Setelah penentuan pimpinan dilakukan melalui musyawarah mufakat, bukan voting.

“Langkah itu dilakukan untuk meminimalisasi terjadinya konflik internal partai,” kata Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Pekalongan, Sumar Rosul, Senin (9/3) kemarin.

Dijelaskan, pemilihan ketua DPC sesuai mekanisme penjaringan mulai dari tingkat ranting (desa), kemudian PAC (kecamatan), ke DPC (kabupaten) kemudian diteruskan ke DPD (provinsi). “Di tingkat DPD, dilakukan fit and proper test kemudian nama-nama yang lolos dikirim ke DPP,” jelasnya.

Rekomendasi dari DPP, yakni H Riswadi SH, H Gunarto SE, Rosi Ardiyanti ST, kata Rosul, disampaikan dalam forum Konfercab DPC se-Jateng di Semarang pada Sabtu, 7 Maret 2015. Ketiga nama yang muncul dalam Konfercab yang diikuti 35 kabupaten/kota di Gedung Panti Marhen Kota Semarang tersebut kemudian melakukan musyawarah, untuk menentukan ketua DPC. Akhirnya mufakat, Riswadi, dipercaya kembali menjadi ketua DPC periode 2015-2020.

“Pemilihannya tidak diperkenankan melalui voting, diwajibkan melalui musyawarah mufakat. Tiga nama itu dibacakan pimpinan sidang Prof Hendrawan. Dari awal penjaringan tingkat ranting itu, ada sekitar 60 nama,” jelasnya.

Terpilihnya Riswadi, kata Rosul, tak lepas dari sejumlah prestasi, seperti kemenangan Pilgub 2013 dengan memperoleh 42,07 persen suara, kemenangan pasangan Jokowi-JK pada Pilpres 2014 dengan memperoleh suara 68,84 persen suara. Juga pada Pileg 2014 dengan mendongkrak satu kursi. Yakni menjadi 11 kursi, sedangkan pada 2009, 10 kursi di DPRD Kabupaten Pekalongan. “Termasuk penataan kantor DPC yang semakin cantik,” timpalnya.

Sementara itu, Riswadi menambahkan, dirinya siap memimpin kembali DPC PDIP Kabupaten Pekalongan. Dengan pemilihan musyawarah mufakat itu, merupakan bukti bahwa PDIP merupakan partai modern dan terbuka. Kepengurusan baru pun dibentuk dengan 19 orang pengurus. “Wakilnya ada 13 sesuai bidang masing-masing, sekretaris Sumar Rosul, bendahara Kundarto. Kemudian terdapat kuota 30 persen untuk perempuan. Atau sebanyak enam orang,” jelasnya.

Sementara itu, DPC PDIP Batang juga telah memilih dr Lafran Panca Putranto, sebagai ketua baru untuk periode 2015-2020 dalam Musyawarah Anak Cabang (Musancab), yang digelar di Kantor DPD PDI Perjuangan, Panti Marhaen, Kota Semarang, Sabtu (7/3) kemarin. dr Lafran menggantikan ketua lama Susi Iriyani.

Sebelumnya, Susi Iriyani pernah berpasangan dengan dr Lafran Panca Putranto ketika maju sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Batang periode 2013-2018. Saat itu pasangan Susi dan Lafran hanya memperoleh 62.397 suara atau 22,10 persen.
“Saya siap mengemban amanah yang diberikan partai. Ke depan PDIP harus kembali mendudukkan calonnya di kursi bupati setelah Pilkada lalu kalah dengan pasangan Yoyok Soetadi atau Yodi,” dr Lafran.

Selain itu, pihaknya mendapat mandat untuk mengembalikan jumlah perolehan kursi di DPRD Kabupaten Batang, pada pileg mendatang paling tidak 15 kursi harus diraih, minimal sama seperti periode yang kemarin.

Muncuatnya nama dr Lafran sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Batang, tidak hanya mengejutkan banyak pihak. Namun mengubah peta politik di Kabupaten Batang, mengingat sebelumnya telah ada sejumlah nama pengurus DPC PDIP yang lolos penjaringan di tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC). Seperti Imam Teguh Raharjo, yang saat ini menjabat sebagai ketua DPRD Batang; Tofani Dwi Ariyanto menjabat ketua Fraksi PDIP; M Zainudin, H Purwanto sebagai bendahara DPC PDIP Batang.

Namun berubahnya peta politik tersebut, lanatran rekomendasi yang turun dari DPP PDIP menyebut 3 nama saja, yaitu Lafran Panca Putranto, Imam Teguh Raharjo dan M Zainudin.

Adapun mekanisme pemilihan ketua dalam Konfercab DPC PDI Perjuangan 2015, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang dilakukan melalui voting atau pemungutan suara oleh para peserta yang berasal dari PAC.

Pada Konfercab DPC PDIP tahun 2015 ini, dimulai sejumlah nama yang diusulkan oleh pengurus PAC, kemudian dikirimkan ke pengurus DPD Provinsi. Ditingkat DPD akan muncul rekomendasi sejumlah nama, yang dibawa ke DPP PDIP di Jakarta.

Selanjutnya pihak DPP PDIP, memberikan rekomendasi tiga nama calon ketua DPC, yang kemudian dilakukan musyawarah untuk mencapai kata mufakat di antara mereka bertiga menentukan siapa ketua DPC. “Intinya saya telah siap mengemban amanah memimpin DPC PDIP Kabupaten Batang,” tegas dr Lafran. Adapun, posisi Sektretaris DPC PDIP Kabupaten Batang periode 2015 – 2020, dijabat oleh M Zainudin dan Bendahara I Teguh Raharjo.(hil/thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.