Sanksi Tilang Tak Efektif

383
Ahmad Ridwan. (Ricky Fitriyanto/Radar Semarang)
Ahmad Ridwan. (Ricky Fitriyanto/Radar Semarang)
Ahmad Ridwan. (Ricky Fitriyanto/Radar Semarang)

SEMARANG – Sanksi tilang yang diberlakukan kepada truk kelebihan muatan di jembatan timbang (JT) dianggap belum efektif. Bahkan, surat tilang yang dikeluarkan justru menjadi ”surat sakti” truk untuk bebas melintas JT selama menunggu proses persidangan.

Anggota Komisi C DPRD Jateng Ahmad Ridwan mengatakan dari kunjungan dewan ke JT Sarang, Rembang, didapati sejumlah kondisi di lapangan yang membuat sanksi tilang tidak efektif. Di antaranya jika truk-truk yang masuk di JT menjalani proses tilang, truk lainnya akan antre dan membuat macet jalan. ”Akibatnya macet. Supaya tidak macet, truk yang mengantre lantas diperintahkan untuk melanjutkan perjalanan sehingga tidak masuk JT,” katanya.

Selain itu, dia menganggap proses tilang hingga sidang terlalu lama. Akibatnya, awak truk yang sudah mendapatkan surat tilang justru bebas melenggang di JT-JT berikutnya. ”Jika akan ditilang karena kelebihan muatan, sopir tinggal menunjukkan surat tilang karena sudah ditilang. Begitu terus sampai dua minggu menunggu persidangan tilang, mereka akan bebas membawa muatan berlebih tanpa ditilang,” paparnya.

Menurutnya kondisi tersebut membuat fungsi JT tidak efektif dan jalanan di Jateng semakin rusak. Untuk mengatasinya, dia meminta sidang tilang dilakukan saat itu juga.

Anggota Komisi D DPRD Jateng Abdul Aziz berharap pemprov memberi sanksi tegas kepada truk yang membawa muatan berlebih. Meski begitu untuk mencegah kerusakan jalan pantura, menurutnya cara yang paling efektif adalah memindahkan angkutan berat melalui laut atau kereta api. (ric/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.